Friday, July 3, 2015

Naga Berjenggot Pogona vitticeps Mengatur Jenis Kelamin

Credit: Arthur Georges/University of Canberra
Penelitian ~ Naga Berjenggot mengubah jenis kelamin jika udara panas. Kadal Naga Berjenggot Central (Pogona vitticeps) switch seks ketika suhu naik di pedalaman Australia.

Ayah menghasilkan ibu lebih baik, Pogona vitticeps dengan kromosom laki-laki menjadi perempuan yang mampu menghasilkan 2 kali lebih banyak telur dibanding standar.

Jika suhu global meningkat, Naga Berjenggot cepat dapat mengubah proses penentuan jenis kelamin dari satu yang diatur oleh kromosom untuk satu yang diatur oleh suhu.

Laki-laki memiliki kromosom ZZ dan wanita memiliki kromosom Z dan W. Pada suhu rendah perempuan menentukan jenis kelamin anaknya dengan membekali Z atau W.

Jika telur terpapar suhu di atas 32,5 derajat Celsius, laki-laki ZZ mengubah jenis kelaminnya menjadi perempuan bahkan tanpa kromosom W yaitu perempuan ZZ.

"Kami tunjukkan bukan hanya artefak di laboratorium. Ini terjadi di alam liar dan perubahan jenis kelamin di Queensland barat," kata Arthur Georges, ekolog University of Canberra.

Kasus pertama sex reversal pada vertebrata darat. Pada suhu rendah dan menengah keturunan ibu ZZ semua laki-laki, tapi laki-laki yang lebih mungkin berubah menjadi perempuan adalah mereka yang lahir dari ibu ZW.

"Jika iklim panas Anda memproduksi lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki sehingga keturunan Anda dapat menjelajahi koloni baru lebih cepat," kata Georges.

Perempuan menghasilkan begitu banyak telur yang berarti lebih banyak peluang untuk mengisi daerah-daerah baru. Bahkan perempuan ZZ dua kali lebih banyak telur dibanding perempuan ZW.
Sex reversal triggers the rapid transition from genetic to temperature-dependent sex

Clare E. Holleley1 et al.
  1. Institute for Applied Ecology, University of Canberra, Canberra, Australian Capital Territory 2601, Australia
Nature, 01 July 2015, DOI:10.1038/nature14574
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment