Skip to main content

Ekor Seperti Komet di Belakang Exoplanet Gliese 436B

Credit: Mark Garlick/University of Warwick
Penelitian ~ Planet ekstrasurya berbaju komet, para astronom menemukan ekor seperti komet tertiggal jutaan kilometer di belakang exoplanet Gliese 436B seukuran Neptunus.

Teleskop Hubble telah melihat tanda-tanda gawat di dunia sejauh 33 tahun cahaya. Planet seukuran Neptunus, tetapi lebih panas dari Merkurius berputar-putar setiap 2,64 hari di sekitar katai merah Gliese 436 di konstelasi Leo.

Jarak orbit planet dan bintang host hanya 4 juta kilometer atau 15 kali lebih dekat orbit Merkurius-Matahari. Karena begitu dekat atmosfer planet memanas, tapi angin bintang tidak cukup melucuti atmosfer Gliese 436B.

Ketika planet lewat di depan host, Hubble melihat atom hidrogen terlempar dari atmosfer planet membentuk ekor yang membentang jutaan kilometer di belakang planet.

"Ini luar biasa, atmosfer terbesar yang pernah terdeteksi di sekitar planet. Awan hidrogen terlucuti dari planet membentuk ekor seperti komet," kata Vincent Bourrier, astronom University of Geneva Observatory.

Laporan sebelumnya menyarankan Gliese 436B memiliki sedikit core batu yang sebagian besar mantel es dan akun luar tipis hidrogen dan helium. Suhu permukaan siang hari sekitar 530 derajat C.

Bourrier dan rekan menggunakan spektrometer ultraviolet untuk menganalisis dan memeta tanda tangan kimia atmosfer planet. Massa gas cukup besar sehingga menutupi 56 persen permukaan bintang.

Para sstronom telah melihat fenomena ini pada planet raksasa dalam orbit sangat dekat dengan bintang besar, tapi massa atmosfer umumnya hanya mencakup 10 persen permukaan bintang host.

"Karena ionisasi rendah dari bintang, gas bertahan lama, tertinggal memanjang di belakang planet," kata Bourrier.
A giant comet-like cloud of hydrogen escaping the warm Neptune-mass exoplanet GJ 436b

David Ehrenreich1 et al.
  1. Observatoire de l’Université de Genève, 51 chemin des Maillettes, 1290 Versoix, Switzerland
Nature, 24 June 2015, DOI:10.1038/nature14501

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…