Saturday, June 20, 2015

Kendali Regim Mayoritas Babun Zaitun (Papio anubis)

Credit: Rob Nelson
Penelitian ~ Ketika Babun Zaitun (Papio anubis) melakukan perjalanan, regim mayoritas memegang kendali. Monyet menggunakan pengambilan keputusan kelompok ketika menangani perpecahan pasukan.

Babun Papio anubis tidak mengikuti pemimpin. Ketika pasukan terpecah dan mulai bergerak dalam dua arah berbeda secara dramatis, mereka condong pada pilihan yang lebih populer.

Gaya demokrasi pengambilan keputusan berdasarkan aturan primitif hingga masyarakat kompleks dilaporan sebelumnya yang menyebut aturan sederhana menjelaskan pergerakan kawanan burung dan ikan.

Ariana Strandburg-Peshkin, biolog komputasi Princeton University, dan rekan menunjuk babun di Kenya mengabaikan struktur hirarkhis ketika menghadapi perpecahan dengan menyerahkan pada keputusan mayoritas.

Laporan ini mengejutkan karena laki-laki alpha biasanya pemimpin makanan dan harem. Tapi ketika memilih tempat untuk melakukan perjalanan, peringkat sosial dan seks tidak relevan.

Para ilmuwan mengikuti proses pengambilan keputusan dengan menjebak dan mengerahkan GPS pada 25 babun. Lokasi setiap hewan diupload setiap detik selama 14 hari sementara pindah, makan, bermain atau hanya nongkrong.

Babon tertentu adalah inisiator. Jika babon lain mengikuti, maka tidak tertutup kemungkinan sampai seluruh pasukan bergerak. Tapi jika inisiator tidak memiliki pengikut, maka kelompok lebih cenderung untuk tetap tinggal.

Strandburg-Peshkin menunjukkan babon lebih suka perjalanan ketika ada beberapa inisiator setuju menuju ke arah tertentu. Ketika mereka tidak setuju, maka lainnya tidak melakukan.

Sebaliknya, mereka mengikuti sub-kelompok pemrakarsa. Laporan ini menunjuk masyarakat sangat bertingkat manfaat evolusioner dalam menyelesaikan sengketa dengan aturan mayoritas daripada baku hantam.
Shared decision-making drives collective movement in wild baboons

Ariana Strandburg-Peshkin1 et al.
  1. Department of Ecology and Evolutionary Biology, Princeton University, Princeton, NJ, USA
Science, 19 June 2015, DOI:10.1126/science.aaa5099
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment