Friday, June 19, 2015

Bintang Generasi Pertama CR7 Terbuat Dari Big Bang

Credit: M. Kornmesser/ESO
Penelitian ~ Sebuah deposit salah satu bintang generasi pertama bersembunyi di sebuah galaksi yang cahayanya mengambil waktu 13 miliar tahun untuk mencapai Bumi.

Temuan baru memberi wawasan langka kapan dan di mana bintang dibentuk hidrogen dan helium murni dari Big Bang. Cluster galaksi lain khas bintang generasi pertama, tapi pengamatan baru memberi bukti paling langsung.

Benda-benda terbentuk selama beberapa ratus juta tahun pertama kehidupan alam semesta, hidup sebentar sebelum meledak sebagai supernova yang meletakkan benih lebih banyak bintang kaya elemen berat.

Para ilmuwan pesimis dan banyak astronom berpikir tidak akan pernah bisa melihat bintang-bintang tersebut karena semua terbakar dan hilang terlalu dini dalam sejarah alam semesta.

"Sampai saat ini bintang-bintang tersebut sepenuhnya teoritis," kata David Sobral, astronom University of Lisbon.

Tetapi menggunakan instrumen baru teleskop-teleskop paling top dunia, sebuah tim mengklaim galaksi unik terang yang tampaknya menanggung semua keunggulan tentang bintang Population III.

Bintang-bintang terlihat ketika alam semesta berumur sekitar 800 juta tahun. Primordial dalam komposisi tetapi juga mengandung bintang yang terbentuk baru-baru ini sebagai bintang generasi kedua.

"Untuk pertama kalinya kita mendapatkan pengamatan yang dapat menguji banyak teori tentang bintang ini dan mulai memahami bagaimana terbentuk," kata Sobral.

Melihat bintang purba melibatkan galaksi sangat jauh. Cahaya mengambil miliaran tahun untuk mencapai pengamat dan sangat samar. Kejutan muncul dari sapuan langit menggunakan teleskop Subaru di Mauna Kea, Hawaii.

Tiga teleskop melacak lebih lanjut, tim astronom internasional menemukan sinyal dnamakan COSMOS Redshift 7 yang disingkat CR7 merujuk julukan pemain sepak bola Portugal, Cristiano Ronaldo.

Spektrum cahaya CR7 menunjuk bukti helium terionisasi dan tidak adanya unsur-unsur ionisasi karbon dan oksigen dalam terang menyarankan cahaya berasal dari bintang generasi pertama.
Evidence for PopIII-like stellar populations in the most luminous Lyman-α emitters at the epoch of re-ionisation: spectroscopic confirmation

David Sobral, Jorryt Matthee, Behnam Darvish, Daniel Schaerer, Bahram Mobasher, Huub Röttgering, Sérgio Santos, Shoubaneh Hemmati

arXiv, last revised 4 Jun 2015, arXiv:1504.01734
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment