Langsung ke konten utama

Relativitas Umum Einstein Untuk Kucing Schrödinger

Penelitian ~ Kitab relativitas umum Einstein membuka kucing Schrodinger hidup. Salah satu sifat spooky mekanika kuantum bekerja di skala subatomik, tapi tidak dalam kehidupan sehari-hari.

Teori kuantum memprediksi fenomena aneh superposisi kuantum di mana sebuah objek hidup di alam berbeda pada saat yang sama dan untuk mengamati objek memaksa Anda mengadopsi salah satu alam.

Eksperimen klasik dirancang Erwin Schrödinger pada tahun 1935 melibatkan kucing dalam kotak. Kucing Schrödinger dalam keadaan superposisi kuantum dalam kondisi hidup dan mati pada saat bersamaan.

Para ilmuwan telah menunjukkan superposisi kuantum menggunakan atom dan molekul, tapi tetap menjadi hantu dan tidak pernah terlihat normal dalam kehidupan sehari-hari.

Sekarang Igor Pikovski, fisikawan University of Vienna, dan rekan berpaling ke teori lain yaitu relativitas umum Einstein yang memprediksi waktu melambat di dekat gravitasi benda masif seperti Bumi.

"Di suatu tempat di ruang antar bintang kucing memiliki kesempatan untuk melestarikan koherensi kuantum, tetapi di Bumi atau dekat planet apapun hanya sedikit harapan," kata Pikovski.

Dilatasi waktu gravitasional menciptakan dampak terukur. Pengukuran jam atom mencatat orang yang bekerja di lantai dasar menghemat umur 100 nanodetik setiap 10 tahun dibanding orang di lantai atas.

Pikovski dan rekan menemukan getaran kecil atom juga dipengaruhi dilatasi waktu. Getaran lebih lambat di dekat dengan massa Bumi dan lebih cepat di tempat yang lebih jauh.

Pada tingkat kuantum tidak mengganggu superposisi kuantum. Tapi semua wahyu muncul setelah atom menyentuh objek lebih besar seperti molekul dan struktur lebih besar seperti kucing.

"Perubahan waktu disebabkan gravitasi yang mempengaruhi kemampuan suatu objek berada dalam alam berbeda secara bersamaan," kata Magdalena Zych, fisikawan University of Queensland.

"Bahkan efek kecil massa Bumi masih mempengaruhi keadaan kuantum suatu objek dan semakin besar objek semakin besar efeknya," kata Zych.
Universal decoherence due to gravitational time dilation

Igor Pikovski1,2,3,4 et al.
  1. Vienna Center for Quantum Science and Technology (VCQ), University of Vienna, Faculty of Physics, Boltzmanngasse 5 A-1090 Vienna, Austria
  2. Institute for Quantum Optics and Quantum Information (IQOQI), Austrian Academy of Sciences, Boltzmanngasse 3 A-1090 Vienna, Austria
  3. ITAMP, Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, Cambridge, Massachusetts 02138, USA
  4. Department of Physics, Harvard University, Cambridge, Massachusetts 02138, USA
Nature Physics, 15 June 2015, DOI:10.1038/nphys3366

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…