Thursday, June 18, 2015

Relativitas Umum Einstein Untuk Kucing Schrödinger

Penelitian ~ Kitab relativitas umum Einstein membuka kucing Schrodinger hidup. Salah satu sifat spooky mekanika kuantum bekerja di skala subatomik, tapi tidak dalam kehidupan sehari-hari.

Teori kuantum memprediksi fenomena aneh superposisi kuantum di mana sebuah objek hidup di alam berbeda pada saat yang sama dan untuk mengamati objek memaksa Anda mengadopsi salah satu alam.

Eksperimen klasik dirancang Erwin Schrödinger pada tahun 1935 melibatkan kucing dalam kotak. Kucing Schrödinger dalam keadaan superposisi kuantum dalam kondisi hidup dan mati pada saat bersamaan.

Para ilmuwan telah menunjukkan superposisi kuantum menggunakan atom dan molekul, tapi tetap menjadi hantu dan tidak pernah terlihat normal dalam kehidupan sehari-hari.

Sekarang Igor Pikovski, fisikawan University of Vienna, dan rekan berpaling ke teori lain yaitu relativitas umum Einstein yang memprediksi waktu melambat di dekat gravitasi benda masif seperti Bumi.

"Di suatu tempat di ruang antar bintang kucing memiliki kesempatan untuk melestarikan koherensi kuantum, tetapi di Bumi atau dekat planet apapun hanya sedikit harapan," kata Pikovski.

Dilatasi waktu gravitasional menciptakan dampak terukur. Pengukuran jam atom mencatat orang yang bekerja di lantai dasar menghemat umur 100 nanodetik setiap 10 tahun dibanding orang di lantai atas.

Pikovski dan rekan menemukan getaran kecil atom juga dipengaruhi dilatasi waktu. Getaran lebih lambat di dekat dengan massa Bumi dan lebih cepat di tempat yang lebih jauh.

Pada tingkat kuantum tidak mengganggu superposisi kuantum. Tapi semua wahyu muncul setelah atom menyentuh objek lebih besar seperti molekul dan struktur lebih besar seperti kucing.

"Perubahan waktu disebabkan gravitasi yang mempengaruhi kemampuan suatu objek berada dalam alam berbeda secara bersamaan," kata Magdalena Zych, fisikawan University of Queensland.

"Bahkan efek kecil massa Bumi masih mempengaruhi keadaan kuantum suatu objek dan semakin besar objek semakin besar efeknya," kata Zych.
Universal decoherence due to gravitational time dilation

Igor Pikovski1,2,3,4 et al.
  1. Vienna Center for Quantum Science and Technology (VCQ), University of Vienna, Faculty of Physics, Boltzmanngasse 5 A-1090 Vienna, Austria
  2. Institute for Quantum Optics and Quantum Information (IQOQI), Austrian Academy of Sciences, Boltzmanngasse 3 A-1090 Vienna, Austria
  3. ITAMP, Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, Cambridge, Massachusetts 02138, USA
  4. Department of Physics, Harvard University, Cambridge, Massachusetts 02138, USA
Nature Physics, 15 June 2015, DOI:10.1038/nphys3366
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment