Wednesday, June 17, 2015

Mesin Bertenaga Spora Bakteri Bacillus subtilis

Credit: Joe Turner Lin
Penelitian ~ Mesin bertenaga spora tampil ke depan menawarkan sumber terbarukan. Sistem dehidrasi spora bakteri Bacillus subtilis dikemas menghasilkan listrik dan sekarang penggerak motor.

Perubahan kelembaban atmosfer menghasilkan sejumlah kecil listrik dan mengangkat beban kecil. Penguapan dapat digunakan untuk mengoperasikan berbagai gadget cerdas.

Para peneliti membangun mesin kecil dari polimer bertenaga spora yang dapat menghidupkan LED dan miniatur mobil seberat 0,1 kilogram. Kelembaban menghasilkan catu daya perangkat kecil.

Semua gadget bergantung pada fenomena perubahan sederhana. Spora bakteri Bacillus subtilis yang biasa ditemukan di tanah dan di saluran pencernaan manusia menyerap kelembaban dari udara dan kemudian melepaskannya.

Setiap spora biasanya membengkak dan kemudian menyusut hingga 6% ketika pindah dari udara kering ke udara sangat lembab dan kemudian kembali lagi. Ukuran berubah melengkungkan polimer.

Ketika spora membengkak, sisi lembar polimer memanjang pada gilirannya menjadi melengkung. Peregangan dan kontraktor lembaran polimer berlapis spora menjadi sumber tenaga.

Perubahan ukuran 6% mungkin tidak terdengar mengesankan. Tetapi ketika para peneliti merangkai seri lembaran polimer maka otot buatan memberi 4 kali lipat dari 30% menjadi lebih dari 80%.

Ozgur Sahin, biokimiawan Columbia University, dan rekan menunjukkan tes perangkat dapat bereaksi terhadap perubahan kelembaban ini dalam waktu kurang dari 3 detik.



Scaling up nanoscale water-driven energy conversion into evaporation-driven engines and generators

Xi Chen1 et al.
  1. Department of Biological Sciences, Columbia University, New York 10027, New York, USA
Nature Communications, 16 June 2015, DOI:10.1038/ncomms8346
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment