Saturday, June 13, 2015

Garis Tawa Manusia Ditelusuri Leluhur Bersama Kera

Image courtesy of University of Portsmouth
Laporan Penelitian ~ Garis positif tawa manusia ditelusuri kembali menuju senyum leluhur bersama, ekspresi wajah simpanse Pan troglodytes bermain sinyal bahwa komunikasi riang berkembang sejak awal.

Cerita evolusi tawa tertulis di wajah sepupu, Pan troglodytes memainkan ekspresi wajah mulut terbuka di antara gelak tawa dan tinggal diam. Gerakan otot wajah mirip manusia dalam banyak hal.

Laporan baru menunjuk pertama kali primata non-manusia menggunakan ekspresi wajah untuk berkomunikasi tanpa membuat suara. Ekspresi riang kadang-kadang senyum atau melongo titik evolusi sederhana kera manusia dan simpanse.

"Manusia memiliki fleksibilitas untuk menunjukkan senyum dengan dan tanpa bersuara atau tertawa," kata Marina Davila-Ross, psikolog University of Portsmouth.

"Fleksibel penggunaan ekspresi wajah memungkinkan komunikasi eksplisit, tapi selama ini kita belum tahu simpanse juga bisa fleksibel menghasilkan ekspresi wajah bebas vokalisasi," kata Davila-Ross.

Senyum adalah tawa diam-diam. Para peneliti merekam 46 simpanse P. troglodytes di Chimfunshi Wildlife Orphanage menggunakan program ChimpFACS yaitu coding sistem wajah untuk mengukur gerakan wajah.

Sistem coding memungkinkan peneliti memeriksa gerakan wajah sangat halus dan membandingkan ekspresi manusia dan simpanse berdasarkan otot. Senyum yang menyertai memiliki asal usul evolusi sama manusia ketika tertawa.
Chimpanzees (Pan troglodytes) Produce the Same Types of ‘Laugh Faces’ when They Emit Laughter and when They Are Silent

Marina Davila-Ross1 et al.
  1. Centre for Comparative and Evolutionary Psychology, Psychology Department, University of Portsmouth, Portsmouth, United Kingdom
PLoS ONE, June 10, 2015, DOI:10.1371/journal.pone.0127337
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment