Skip to main content

Garis Tawa Manusia Ditelusuri Leluhur Bersama Kera

Image courtesy of University of Portsmouth
Laporan Penelitian ~ Garis positif tawa manusia ditelusuri kembali menuju senyum leluhur bersama, ekspresi wajah simpanse Pan troglodytes bermain sinyal bahwa komunikasi riang berkembang sejak awal.

Cerita evolusi tawa tertulis di wajah sepupu, Pan troglodytes memainkan ekspresi wajah mulut terbuka di antara gelak tawa dan tinggal diam. Gerakan otot wajah mirip manusia dalam banyak hal.

Laporan baru menunjuk pertama kali primata non-manusia menggunakan ekspresi wajah untuk berkomunikasi tanpa membuat suara. Ekspresi riang kadang-kadang senyum atau melongo titik evolusi sederhana kera manusia dan simpanse.

"Manusia memiliki fleksibilitas untuk menunjukkan senyum dengan dan tanpa bersuara atau tertawa," kata Marina Davila-Ross, psikolog University of Portsmouth.

"Fleksibel penggunaan ekspresi wajah memungkinkan komunikasi eksplisit, tapi selama ini kita belum tahu simpanse juga bisa fleksibel menghasilkan ekspresi wajah bebas vokalisasi," kata Davila-Ross.

Senyum adalah tawa diam-diam. Para peneliti merekam 46 simpanse P. troglodytes di Chimfunshi Wildlife Orphanage menggunakan program ChimpFACS yaitu coding sistem wajah untuk mengukur gerakan wajah.

Sistem coding memungkinkan peneliti memeriksa gerakan wajah sangat halus dan membandingkan ekspresi manusia dan simpanse berdasarkan otot. Senyum yang menyertai memiliki asal usul evolusi sama manusia ketika tertawa.
Chimpanzees (Pan troglodytes) Produce the Same Types of ‘Laugh Faces’ when They Emit Laughter and when They Are Silent

Marina Davila-Ross1 et al.
  1. Centre for Comparative and Evolutionary Psychology, Psychology Department, University of Portsmouth, Portsmouth, United Kingdom
PLoS ONE, June 10, 2015, DOI:10.1371/journal.pone.0127337

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…