Thursday, June 11, 2015

Simpanse Pan troglodytes verus Penggemar Alkohol

Credit: G. Ohashi
Laporan Penelitian ~ Simpanse (Pan troglodytes verus) berdegug fermentasi getah pohon. Pembuktian pertama hipotesis monyet mabuk bahwa manusia penyuka alkohol mewarisi leluhur primata.

Minuman beralkohol diserap hampir setiap masyarakat dan budaya manusia di seluruh dunia. Sepupu terdekat di Afrika Barat juga tampaknya sesekali mencicipi manis tuak tapi kebiasaan.

Sebuah teori keuntungan evolusioner atas kemampuan mancerma buah dari proses fermentasi dan etanol. Salah satu masalah besar hipotesis ini tidak ada bukti kerabat primata kontemporer mengkonsumsi alkohol.

Chlorocebus sabaeus di St. Kitts mencuri koktail wisatawan dan satu simpanse harus dikirim ke rehabilitasi setelah kecanduan nikotin dan alkohol. Tapi kera kerabat terdekat manusia jarang makan buah dari tanah syarat proses fermentasi.

Ada petunjuk DNA manusia bahwa konsumsi alkohol memiliki sejarah panjang. Kemampuan metabolisme etanol muncul 10 juta tahun lalu di satu leluhur bersama simpanse, bonobo, gorila dan manusia.

Sekarang Kimberly Hockings, antropolog Oxford Brookes University di UK, dan rekan melaporkan kasus pertama konsumsi etanol simpanse liar. Tapi hewan tidak memanen fermentasi, mereka mencuri nira kelapa dari manusia.

Di Bossou, Guinea, masyarakat memasang wadah plastik untuk menjebak getah yang menetes dari Palem Raffia (Raphia hookeri). Wadah diselimuti daun kelapa untuk menghindari kontaminasi dan pencurian.

Di dalam kontainer getah cepat fermentasi menjadi minuman dengan kandungan alkohol setara bir ringan. Orang biasanya meminum ramuan dalam sehari panen tanpa proses lebih lanjut.

Wadah berdaun dan tidak dijaga tidak menghilangkan penasaran simpanse. Hockings dan tim benar-benar melihat simpanse minum dan perilaku ini sangat langka, tidak semua simpanse menyantap.

Dalam 17 tahun, tim peneliti melihat 13 simpanse remaja dan dewasa total memiliki 51 sesi minum. Tapi satu simpanse laki-laki menyumbang 14 sesi petualangan minum. Beberapa cukup menampilkan tanda-tanda mabuk.

Jika dikombinasikan dengan temuan genetik sebelumnya, laporan masih tidak bisa membuktikan hipotesis monyet mabuk. Tapi para peneliti mengatakan hal yang layak terus mencari lebih banyak bukti konsumsi alkohol kera.



Tools to tipple: ethanol ingestion by wild chimpanzees using leaf-sponges

Kimberley J. Hockings1 et al.
  1. Centre for Research in Anthropology (CRIA-FCSH/UNL), Lisbon 1069-061, Portugal
  2. Anthropology Centre for Conservation, Environment and Development, Oxford Brookes University, Oxford OX3 0BP, UK
Royal Society Open Science, 9 June 2015, DOI:10.1098/rsos.150150
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment