Wednesday, June 10, 2015

Kamera Perangkap Merekam Rahasia Satwa Afrika

Credit: Snapshot Serengeti
Laporan Penelitian ~ Kamera perangkap merekam harta karun satwa Afrika menjadi dokumentasi sangat langka, Snapshot Serengeti menangkap kehidupan rahasia hewan mengemaskan.

Lebih dari 28.000 citizen science membantu para ilmuwan membuat katalog berbagai gaya di depan kamera dengan latar belakang lanskep savana UNESCO World Heritage.

Para peneliti di belakang Snapshot Serengeti, sebuah proyek yang menempatkan ratusan kamera jebakan di Serengeti National Park di Tanzania tahun 2010-2013, melaporkan dataset kepada publik.

Serengeti National Park rumah satwa liar ikonik Afrika dan salah satu lokasi migrasi hewan terbesar di dunia. Setiap tahun 1,6 juta rusa dan zebra bermigrasi dari Serengeti ke Maasai Mara di Kenya dan kembali lagi setelah hujan.

Lebih dari 200 perangkap kamera didirikan di seluruh taman dalam upaya untuk mengumpulkan data semua hal tentang spesies predator dan mangsa yang melintas dalam berbagai pose.

Kamera menyala terus-menerus selama 3 tahun membolehkan para peneliti mengumpulkan koleksi 1,2 juta gambar dari 322.653 hewan. Gambar-gambar elegan diharapkan bermanfaat untuk penelitian dan tujuan pendidikan.

Credit: Snapshot Serengeti
Tidak mengherankan, rusa dan zebra mendominasi koleksi. Tapi mereka juga berhasil memotret beberapa makhluk langka seperti zorillas, genet dan aardwolves.

Ada ibu singa dengan anaknya. Beberapa memiliki rasa ingin tahu dengan menatap ke kamera, menciptakan sebuah gambar yang terlihat seperti mereka tahu bahwa kita sedang menonton mereka.

"Ini survei pelacakan kamera terbesar yang pernah dilakukan ilmu pengetahuan sampai hari ini," kata Alexandra Swanson, ekolog University of Minnesota.

"Tanpa bantuan relawan, penelitian ini tidak mungkin terjadi. Setiap gambar dilihat banyak sukarelawan dan kami menciptakan algoritma untuk mencari konsensus dalam identifikasi," kata Swanson.

Credit: Snapshot Serengeti
Komputer sekarang mampu mengenali hewan dalam gambar, tetapi ketika proyek Snapshot Serengeti dimulai beberapa tahun lalu tidak ada cara otomatis untuk mengidentifikasi hewan dari foto.

"Proyek ini contoh bagus bagaimana citizen science berkontribusi untuk penelitian yang sesungguhnya. Kekuatan relawan menjadi semakin penting untuk studi ekologi," kata Swanson.

"Kita bisa melibatkan orang-orang untuk membantu dalam memproduksi penelitian ilmiah pada lingkup dan skala yang tidak mungkin dicapai dengan cara lain," kata Swanson.

Credit: Snapshot Serengeti

Snapshot Serengeti, high-frequency annotated camera trap images of 40 mammalian species in an African savanna

Alexandra Swanson1,2 et al.
  1. Department of Ecology, Evolution and Behavior, University of Minnesota, Saint Paul, MN 55108, USA
  2. Department of Physics, University of Oxford, Denys Wilkinson Building, Oxford, OX1 3RH, UK
Scientific Data, 09 June 2015, DOI:10.1038/sdata.2015.26
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment