Monday, June 8, 2015

VirScan Mengungkap Sejarah Setiap Infeksi Virus

Laporan Penelitian ~ Tes darah murah mengungkap semua virus yang menginfeksi. VirScan memungkinkan Anda mengingat kapan terakhir kali terkena flu, campak, cacar air dan lainnya.

Darah tahu semua riwayat virus dengan membuat catatan tentang setiap virus yang pernah menginfeksi. Sekarang setetes kecil untuk mengungkap sejarah virus seseorang.

Ketika virus menginfeksi, sel-sel kekebalan tubuh merespon dengan memproduksi antibodi untuk menetralisir ketika mengikat protein tertentu pada permukaannya yang berarti dapat bertindak sebagai jejak virus.

Stephen Elledge, genetikawan Harvard University di Cambridge, dan rekan menguji sampel darah untuk setiap satu keluarga virus manusia dalam satu tes. Elledge mengatakan biaya tes hanya US$25.

Uji VirScan mengungkap orang dewasa di seluruh dunia cenderung terinfeksi rata-rata 10 virus selama hidupnya. Hal yang sama juga dapat untuk mengidentifikasi hubungan antar infeksi virus dan penyakit misterius.

VirScan dikembangkan menggunakan database internasional untuk mencari semua virus yang menginfeksi manusia dengan memuat hingga 1000 strain dari 206 spesies virus.

DNA setiap virus bertanggung jawab untuk membuat protein dan menempatkan segmen DNA bakteriofag. Setiap bakteriofag kemudian memproduksi protein virus tertentu pada permukaannya.

Ketika darah seseorang dicampur dengan coktail bakteriofag, setiap antibodi beredar menempel pada protein bakteriofag. Sequencing bakteriofag ini kemudian mengungkapkan sejarah virus seseorang.
Comprehensive serological profiling of human populations using a synthetic human virome

George J. Xu1,2,3,4 et al.
  1. Program in Biophysics, Harvard University, Cambridge, MA 02115, USA.
  2. Harvard-Massachusetts Institute of Technology (MIT) Division of Health Sciences and Technology, Cambridge, MA 02139, USA.
  3. Division of Genetics, Department of Medicine, Howard Hughes Medical Institute, Brigham and Women's Hospital, Boston, MA 02115, USA.
  4. Department of Genetics, Harvard University Medical School, Boston, MA 02115, USA.
Science, 5 June 2015, DOI:10.1126/science.aaa0698
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment