Monday, June 8, 2015

Teknologi Canggih Dibawa Dari Afrika Ke Eropa

Credit: Marjolein Bosch
Laporan Penelitian ~ Manusia kuno membawa alat ke Eropa, fragmen sisa-sisa kesibukan dari Lebanon menunjuk bahwa teknologi canggih bukan penemuan di Eropa.

Laporan baru di Proceedings of the National Academy of Sciences menantang salah satu teori alternatif sebelumnya bahwa orang-orang yang menemukan alat-alat canggih setelah mereka menetap di Eropa.

Koleksi kerang siput berdating 44.000 tahun dan sisa-sisa 2 manusia dijuluki Egbert dan Ethelruda menantang argumen tentang asal-usul alat yang digunakan di Eropa.

Penggunaan alat canggih yang mencirikan periode Upper Palaeolithic, dimulai sekitar 50.000 tahun lalu, dilakukan orang-orang dari Afrika yang menjelajah Eropa dengan wilayah Levant.

Egbert dan Ethelruda adalah bagian dari sekelompok manusia yang menggunakan alat dan ornamen tubuh seperti kerang dan gigi mirip dengan artefak yang ditemukan di situs Eropa awal.

Kerangka mereka berdua digali dari sebuah situs Ksâr ‘Akil di Lebanon pada 1930-an dan 1940-an. Tapi dating telah bermasalah karena tulang dari situs begitu terdegradasi dan tidak mengandung bahan organik cukup untuk radiokarbon.

Marjolein Bosch, zooarkeolog Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Leipzig, Jerman, menganalisis cangkang siput laut Phorcus turbinatus yang biasa dimakan orang-orang yang tinggal di lokasi.

"Dating radiokarbon kami lebih tua dari sisa-sisa manusia modern di Eropa, bahwa dalam perjalanan mereka keluar dari Afrika, kelompok manusia ini datang melalui Levant," kata Bosch.

"Manusia sudah menggunakan alat-alat relatif modern sebelum mereka mencapai Eropa. Sekarang kita tahu toolkit Upper Palaeolithic di Levant," kata Bosch.

Temuan Bosch bertentangan dengan kesimpulan laporan di PLoS ONE tahun 2013 bahwa penduduk Ksar Akil paling awal tinggal di lokasi sekitar 40.000 tahun lalu atau rentang waktu yang sama situs serupa di Eropa.
New chronology for Ksâr ‘Akil (Lebanon) supports Levantine route of modern human dispersal into Europe

Marjolein D. Bosch1 et al.
  1. Department of Human Evolution, Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology, D-04103 Leipzig, Germany
Proceedings of the National Academy of Sciences, June 1, 2015, DOI:10.1073/pnas.1501529112

Chronology of Ksar Akil (Lebanon) and Implications for the Colonization of Europe by Anatomically Modern Humans

Katerina Douka1 et al.
  1. Oxford Radiocarbon Accelerator Unit, Research Laboratory for Archaeology and the History of Art, University of Oxford, Oxford, United Kingdom
PLoS ONE, September 11, 2013, DOI:10.1371/journal.pone.0072931
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment