Wednesday, June 3, 2015

Rosetta Beri Data Reaksi Kimia Komet 67P/Churyumov-Gerasimenko

Credit: ESA, ATG medialab, Rosetta, MPS for OSIRIS Team MPS, UPD, LAM, IAA, SSO, INTA, UPM, DASP, IDA, Feldman et al, NavCam
Laporan Penelitian ~ Wahana ESA Rosetta memberi temuan tak terduga ketika instrumen Alice mendeteksi pada ketinggian 10 km dan 80 km dari core komet 67P/Churyumov-Gerasimenko.

Pengamatan nucleus coma Alice far-ultraviolet spectrograph di onboard Rosetta mengungkap reaksi kimia di permukaan komet 67P/Churyumov-Gerasimenko.

Spektrograf merasakan elektron di permukaan komet, bukan foton Matahari seperti yang telah diteorikan sebelumnya, menyebabkan pecahnya molekul karbon dioksida dan air dari permukaan komet.

Paul Feldman, fisikawan Johns Hopkins University di Baltimore, dan rekan fokus pada sifat air dan karbon dioksida meletus dari permukaan komet yang dipicu oleh kehangatan Matahari.

Emisi atom hidrogen dan oksigen yang dihasilkan dari kerusakan molekul atom karbon dan oksigen di dekat inti komet tampaknya terurai dalam proses dua langkah.

Foton ultraviolet Matahari memukul molekul air dan mengionisasi di permukaan komet yang merobohkan sebuah elektron energik. Elektron kemudian memukul molekul air lain menjadi 1 oksigen dan 2 atom hidrogen.

Atom-atom kemudian memancarkan cahaya UV yang terdeteksi pada panjang gelombang karakteristik NASA Alice spektrograf. Dampak dari sebuah elektron dengan molekul karbon dioksida mengakibatkan atom dan emisi karbon.

Observatorium berbasis darat dan pengorbit Bumi seperti Hubble Space Telescope hanya dapat melihat molekul air dan karbon dioksida setelah rusak oleh sinar Matahari ratusan hingga ribuan kilometer dari inti komet.

Pengamatan komet membantu para peneliti menyelidiki lebih lanjut tentang asal-usul dan evolusi Tata Surya serta peran komet peran mungkin telah menghadirkan rekening air untuk planet Bumi.
Measurements of the near-nucleus coma of comet 67P/Churyumov-Gerasimenko with the Alice far-ultraviolet spectrograph on Rosetta

Paul D. Feldman1 et al.
  1. Johns Hopkins University, Department of Physics and Astronomy, 3400 N. Charles Street, Baltimore, MD 21218, USA
Astronomy & Astrophysics, June 1, 2015, DOI:10.1051/0004-6361/201525925
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment