Skip to main content

Massa Lemak Investasi Evolusi Menjadi Genus Homo

Credit: Adrienne L. Zihlman and Debra R. Bolter
Laporan Penelitian ~ Struktur tubuh manusia ditempa seleksi alam selama 5 juta tahun. Tapi fosil hanya mencakup gigi dan tulang. Massa otot, kulit, lemak dan jaringan organ yang membentuk 85 persen tubuh tidak memfosil.

Manusia dan bonobo adalah dua kerabat hidup paling dekat yang berbagi hingga 99 persen DNA. Jadi apa yang menyumbang perbedaan kerampingan di antara dua spesies telah menjadi teka-teki.

Bonobo menghabiskan sebagian besar setiap hari memanjat pohon, mengumpulkan buah dan daun, sedangkan kehidupan manusia awal melalui panorama panas dan lanskep tandus.

Duo antropolog membandingkan fitur lemak tubuh Homo sapiens dengan Pan paniscus dan kera lainnya untuk menyimpulkan setiap petunjuk yang mungkin membantu memahami bagaimana evolusi menjadi manusia.

Rata-rata massa tubuh yang mungkin menyerupai leluhur terdekat manusia terdiri dari 10-13 persen kulit, sedangkan manusia memiliki kulit hanya 6 persen. Kulit tipis bahwa H. sapiens lebih berkeringat.

Manusia lebih banyak lemak daripada kera kerabat. Perempuan dan laki-laki manusia rata-rata 36-20 persen adalah lemak, sedangkan bonobo rata-rata hanya 4-0 persen.

Perbedaan sangat mencolok Homo dan Pan bahkan jika Anda membandingkan apel dengan apel. H. sapiens dan para sepupu punah Homo neanderthalensis dan Homo erectus adalah pengembara.

Di sepanjang sejarah genus Homo yang mencakup ratusan ribu tahun bergerak dari satu tempat ke tempat lain dan menghuni berbagai habitat. Pindah seiring musim untuk mencari makanan. Hidup untuk bergerak.

Adaptasi adalah kunci dan evolusi berdiri di atas kompetisi. Kemampuan menyimpan lemak menjadi penting. Bantal lemak adalah tempat penyimpanan energi yang mudah diekstrak untuk energi.

Bonopo, di sisi lain, mengadopsi lingkungan tertentu di mana makanan sering berlimpah di hutan-hutan Afrika Barat dan Tengah. Massa lemak tidak diperlukan, tetapi otot untuk memanjat pohon lebih disukai.

Menariknya, defisit lemak berimplikasi terhadap evolusi otak. Manusia membangun otak 3 tiga kali lebih besar dari otak primata hidup lain. Otot dan otak adalah metabolik mahal yang membutuhkan prioritas satu satu.
Body composition in Pan paniscus compared with Homo sapiens has implications for changes during human evolution

Adrienne L. Zihlman1 and Debra R. Bolter2,3
  1. Department of Anthropology, University of California, Santa Cruz, CA 95064
  2. Department of Anthropology, Modesto College, Modesto, CA 95350
  3. Evolutionary Studies Institute, University of the Witwatersrand, Johannesburg 2050, South Africa
Proceedings of the National Academy of Sciences, June 1, 2015, DOI:10.1073/pnas.1505071112

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…