Wednesday, June 3, 2015

Massa Lemak Investasi Evolusi Menjadi Genus Homo

Credit: Adrienne L. Zihlman and Debra R. Bolter
Laporan Penelitian ~ Struktur tubuh manusia ditempa seleksi alam selama 5 juta tahun. Tapi fosil hanya mencakup gigi dan tulang. Massa otot, kulit, lemak dan jaringan organ yang membentuk 85 persen tubuh tidak memfosil.

Manusia dan bonobo adalah dua kerabat hidup paling dekat yang berbagi hingga 99 persen DNA. Jadi apa yang menyumbang perbedaan kerampingan di antara dua spesies telah menjadi teka-teki.

Bonobo menghabiskan sebagian besar setiap hari memanjat pohon, mengumpulkan buah dan daun, sedangkan kehidupan manusia awal melalui panorama panas dan lanskep tandus.

Duo antropolog membandingkan fitur lemak tubuh Homo sapiens dengan Pan paniscus dan kera lainnya untuk menyimpulkan setiap petunjuk yang mungkin membantu memahami bagaimana evolusi menjadi manusia.

Rata-rata massa tubuh yang mungkin menyerupai leluhur terdekat manusia terdiri dari 10-13 persen kulit, sedangkan manusia memiliki kulit hanya 6 persen. Kulit tipis bahwa H. sapiens lebih berkeringat.

Manusia lebih banyak lemak daripada kera kerabat. Perempuan dan laki-laki manusia rata-rata 36-20 persen adalah lemak, sedangkan bonobo rata-rata hanya 4-0 persen.

Perbedaan sangat mencolok Homo dan Pan bahkan jika Anda membandingkan apel dengan apel. H. sapiens dan para sepupu punah Homo neanderthalensis dan Homo erectus adalah pengembara.

Di sepanjang sejarah genus Homo yang mencakup ratusan ribu tahun bergerak dari satu tempat ke tempat lain dan menghuni berbagai habitat. Pindah seiring musim untuk mencari makanan. Hidup untuk bergerak.

Adaptasi adalah kunci dan evolusi berdiri di atas kompetisi. Kemampuan menyimpan lemak menjadi penting. Bantal lemak adalah tempat penyimpanan energi yang mudah diekstrak untuk energi.

Bonopo, di sisi lain, mengadopsi lingkungan tertentu di mana makanan sering berlimpah di hutan-hutan Afrika Barat dan Tengah. Massa lemak tidak diperlukan, tetapi otot untuk memanjat pohon lebih disukai.

Menariknya, defisit lemak berimplikasi terhadap evolusi otak. Manusia membangun otak 3 tiga kali lebih besar dari otak primata hidup lain. Otot dan otak adalah metabolik mahal yang membutuhkan prioritas satu satu.
Body composition in Pan paniscus compared with Homo sapiens has implications for changes during human evolution

Adrienne L. Zihlman1 and Debra R. Bolter2,3
  1. Department of Anthropology, University of California, Santa Cruz, CA 95064
  2. Department of Anthropology, Modesto College, Modesto, CA 95350
  3. Evolutionary Studies Institute, University of the Witwatersrand, Johannesburg 2050, South Africa
Proceedings of the National Academy of Sciences, June 1, 2015, DOI:10.1073/pnas.1505071112
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment