Monday, June 1, 2015

Evolusi Proto-Ular Merayap Di Darat, Bukan di Laut

Credit: Julius Csotonyi
Laporan Penelitian - Wawasan baru membawa kembali asal-usul bahwa nenek moyang terbaru semua ular adalah nokturnal, siluman predator bertungkai yang berburu dengan pergelangan kaki serta jari-jari.

Ular memiliki kerangka rapuh dan sulit menyisakan cacatan fosil. Banyak kesenjangan besar menetap dalam pemahaman tentang pohon evolusi dengan bukti tidak kuat. Teori-teori yang ada lebih banyak spekulasi.

Tetapi laporan baru menghadirkan janji beberapa berkas cahaya untuk menerangi tabir gelap misteri ular serta menggoyang beberapa teori yang berlaku selama ini.

"Kami menghasilkan rekonstruksi komprehensif pertama tentang leluhur ular," kata Allison Hsiang, paleontolog Yale University.

Analisis genom, anatomi dan catatan fosil menunjuk leluhur terbaru semua ular modern mempertahankan kaki belakang kecil, nokturnal dan memiliki jarum-jarum seperti gigi.

Proto-ular merayap di hutan 120 juta tahun lalu. Laporan Hsiang dan rekan seperti lalat menghadapi teori yang paling banyak diterima bahwa ular berevolusi memanjang dan desain tubuh adalah respon adaptasi laut.

"Kami menunjuk nenek moyang terbaru dari semua ular hidup kehilangan anggota tubuh bagian depan tapi masih memiliki kaki belakang kecil dengan pergelangan kaki dan jari-jari. Tahap evolusi ini di darat, bukan di laut," kata Hsiang.

Ular dan boas umumnya dianggap lebih primitif di antara ular modern yang berburu dan membunuh mangsanya dengan melilit. Tapi strategi berburu ini adalah perkembangan selanjutnya.

Tidak ada yang tahu persis bagaimana penampakan nenek moyang semua ular tanpa catatan fosil, tapi setidaknya laporan baru memungkinkan biolog meninjau teori dan membuka pintu untuk penjelasan lebih tepat.
The origin of snakes: revealing the ecology, behavior, and evolutionary history of early snakes using genomics, phenomics, and the fossil record

Allison Y Hsiang1 et al.
  1. Department of Geology and Geophysics, Yale University, New Haven 06520, Connecticut, USA
BMC Evolutionary Biology, 20 May 2015, DOI:10.1186/s12862-015-0358-5
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment