Thursday, May 14, 2015

Spesies Udang Karang Cherax (Astaconephrops) pulcher Dari Papua

Gambar: Christian Lukhaup
Laporan Penelitian - Spesies baru udang karang air tawar biru yang indah, Cherax (Astaconephrops) pulcher yang misterius dari desa Teminabuan di kepala burung Pulau Papua.

Spesies baru salah satu misteri perdagangan hewan akuarium, meskipun lobster berwarna-warni ini telah dijual sejak tahun 2000-an. Tidak ada yang yakin nama spesies atau dari mana asalnya.

Pemasok merahasiakan untuk menjaga bisnis mereka sehingga Christian Lukhaup, peneliti independen dari Jerman melakukan pekerjaan detektif sendiri untuk mencari asal-usul udang karang itu.

"Seperti penyelidikan dalam kasus kejahatan. Ini satu-satunya cara untuk mengetahui lebih lanjut," kata Lukhaup.

Ada beberapa petunjuk. Udang karang tampak seperti anggota Cherax, genus besar di New Guinea dan Australia. Beberapa pedagang mengaku dari bagian barat New Guinea di Indonesia.

Lukhaup menuju provinsi Papua Barat dan meminta bantuan orang-orang lokal jika mereka pernah melihatnya. Akhirnya, ia menemukan spesimen di sebuah sungai.

Tapi kekhawatir sudah menghadang bahwa perdagangan hewan segera berbondong-bodong ke lokasi habitat kecil tersebut dan menghapus sebelum para peneliti tahu banyak tentang Cherax pulcher.

Polusi dan populasi manusia berkembang cepat dan penduduk setempat juga menangkap udang karang untuk makanan yang menambah tekanan habitat. Udang karang salah satu kelompok hewan paling terancam di planet Bumi.

"Ketika orang mendeskripsi spesies terancam punah, mereka menunjuk panda, harimau dan paus, tapi sangat sedikit orang benar-benar menyadari bahwa 50 persen udang karang dunia sedang dalam kepunahan," kata Loughman.



Cherax (Astaconephrops) pulcher, a new species of freshwater crayfish (Crustacea, Decapoda, Parastacidae) from the Kepala Burung (Vogelkop) Peninsula, Irian Jaya (West Papua), Indonesia

Christian Lukhaup

ZooKeys, 04 May 2015, DOI:10.3897/zookeys.502.9800
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment