Wednesday, May 13, 2015

Biolog Menciptakan Dinosaurus Ayam di Laboratorium

Gambar: Bhart-Anjan Bhullar
Laporan Penelitian - Dino-ayam mengungkap bagaimana paruh tercipta, embrio ayam diubah sehingga burung tumbuh moncong dinosaurus. Ketika burung punya sayap, mereka kehilangan jari cakar kerabat dinosaurus.

Penambahan biokimia untuk memblokir aktivitas 2 protein dalam telur ayam, kemudian tomography scanner menemukan tulang leluhur burung seperti Archaeopteryx dan dinosaurus Velociraptor.

Tim biolog bermain-main menciptakan embrio ayam berwajah dinosaurus dengan molekul yang membangun paruh burung. Mereka tidak bertujuan untuk membuat hybrid dino-ayam atau menghidupkan kembali dinosaurus.

"Tujuan kami di sini untuk memahami dasar-dasar molekul transisi evolusioner," kata Bhart-Anjan Bhullar, paleontolog Harvard University di Cambridge.

Moncong berubah jadi paruh ketika dinosaurus berevolusi jadi burung 150 juta tahun lalu. Transisi dino ke burung berantakan, tidak ada fitur anatomi tertentu yang membedakan leluhur burung pertama dari dinosaurus pemakan daging.

Tapi tahap awal evolusi burung, tulang kembar premaxilla yang membentuk moncong pada dinosaurus dan reptil tumbuh dan bergabung bersama-sama menghasilkan paruh hari ini.

Bhullar dan rekan menganalisis perkembangan embrio paruh pada ayam dan burung emu dengan moncong buaya, kadal dan kura-kura. Moncong reptil dan dinosaurus berkembang dari premaxilla dengan cara yang sama.

Dua protein FGF dan Wnt menyatakan ekspresi berbeda embrio burung dan reptil. Pada reptil, protein aktif di 2 area kecil yang berubah menjadi wajah. Bhullar melihat bukti tentatif FGF dan Wnt berkontribusi pada evolusi paruh.

"Melihat hewan-hewan ini secara eksternal, Anda masih berpikir paruh. Tetapi jika melihat kerangka, Anda menjadi sangat bingung," kata Bhullar.
A molecular mechanism for the origin of a key evolutionary innovation, the bird beak and palate, revealed by an integrative approach to major transitions in vertebrate history

Bhart-Anjan S. Bhullar1,2,3 et al.
  1. Department of Organismic and Evolutionary Biology, Harvard University, Cambridge, MA, USA
  2. Department of Organismal Biology and Anatomy, University of Chicago, Chicago, IL, USA
  3. Department of Geology & Geophysics and Peabody Museum of Natural History, Yale University, New Haven, CT, USA
Evolution, 12 May 2015, DOI:10.1111/evo.12684
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment