Friday, May 8, 2015

Lokiarchaeota Mengisi Missing Link Evolusi Kehidupan

Laporan Penelitian - Mikroorganisme baru menjembatani missing link evolusi kehidupan, para ilmuwan menemukan Lokiarchaeota mengisi kesenjangan kehidupan selular sederhana dan kompleks.

Laporan baru memiliki implikasi luas pemahaman kita tentang evolusi kehidupan di Bumi termasuk manusia. Meskipun keragaman hidup, semua makhluk dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok dasar prokariota dan eukariota.

Memahami bagaimana eukariota kompleks berevolusi dari prokariota sederhana menjadi tantangan besar bagi palaeobiolog. Sel eukariotik mungkin muncul dari sel prokariotik archaea, tapi tidak ada organisme menengah ditemukan.

"Kami memberi dukungan kuat hipotesis di mana host eukariotik berevolusi dari Archeon bonafide dan banyak komponen fitur eukariot spesifik sudah hadir," kata Thijs Ettema, biolog Uppsala University di Swedia.

"Ini menyediakan host kaya genomik 'starter kit' untuk mendukung peningkatan kompleksitas seluler dan genom yang merupakan karakteristik dari eukariota," kata Ettema.

Ettema dan rekan mengidentifikasi prokariota terdekat eukariota. Lokiarchaeota memiliki gen pengkode protein hanya dinyatakan pada eukariota seperti bagian dari sitoskeleton.

"Pohon evolusi kuno telah menjadi masalah sulit terutama percabangan antara eukariota dan Lokiarchaeota yang mungkin terjadi lebih dari 2 miliar tahun lalu," kata Ettema.

Petunjuk genom organisme memiliki ciri-ciri khusus yang memungkinkan eukariota menelan bakteri simbion dan akhirnya berkembang menjadi mitokondria, organel penting sebagai sumber listrik sel.
Complex archaea that bridge the gap between prokaryotes and eukaryotes

Anja Spang1 et al.
  1. Department of Cell and Molecular Biology, Science for Life Laboratory, Uppsala University, SE-75123 Uppsala, Sweden
Nature, 06 May 2015, DOI:10.1038/nature14447
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment