Skip to main content

Lokiarchaeota Mengisi Missing Link Evolusi Kehidupan

Laporan Penelitian - Mikroorganisme baru menjembatani missing link evolusi kehidupan, para ilmuwan menemukan Lokiarchaeota mengisi kesenjangan kehidupan selular sederhana dan kompleks.

Laporan baru memiliki implikasi luas pemahaman kita tentang evolusi kehidupan di Bumi termasuk manusia. Meskipun keragaman hidup, semua makhluk dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok dasar prokariota dan eukariota.

Memahami bagaimana eukariota kompleks berevolusi dari prokariota sederhana menjadi tantangan besar bagi palaeobiolog. Sel eukariotik mungkin muncul dari sel prokariotik archaea, tapi tidak ada organisme menengah ditemukan.

"Kami memberi dukungan kuat hipotesis di mana host eukariotik berevolusi dari Archeon bonafide dan banyak komponen fitur eukariot spesifik sudah hadir," kata Thijs Ettema, biolog Uppsala University di Swedia.

"Ini menyediakan host kaya genomik 'starter kit' untuk mendukung peningkatan kompleksitas seluler dan genom yang merupakan karakteristik dari eukariota," kata Ettema.

Ettema dan rekan mengidentifikasi prokariota terdekat eukariota. Lokiarchaeota memiliki gen pengkode protein hanya dinyatakan pada eukariota seperti bagian dari sitoskeleton.

"Pohon evolusi kuno telah menjadi masalah sulit terutama percabangan antara eukariota dan Lokiarchaeota yang mungkin terjadi lebih dari 2 miliar tahun lalu," kata Ettema.

Petunjuk genom organisme memiliki ciri-ciri khusus yang memungkinkan eukariota menelan bakteri simbion dan akhirnya berkembang menjadi mitokondria, organel penting sebagai sumber listrik sel.
Complex archaea that bridge the gap between prokaryotes and eukaryotes

Anja Spang1 et al.
  1. Department of Cell and Molecular Biology, Science for Life Laboratory, Uppsala University, SE-75123 Uppsala, Sweden
Nature, 06 May 2015, DOI:10.1038/nature14447

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…