Thursday, May 7, 2015

Galaksi EGS-zs8-1 Mengambil Rekor Galaksi Jauh

Laporan Penelitian - Gumpalan amorf mengambil titel galaksi paling jauh, galaksi EGS-zs8-1 duduk di konstelasi paling tua yang dikenal saat alam semesta awal berkembang.

Jika George Lucas adalah nabi milenium, temuan galaksi baru mungkin mengirim wahyu ruang dan waktu pertama. Para ilmuwan menggunakan 3 teleskop berbeda untuk menangkap dan mengukur umur galaksi EGS-zs8-1.

Pemegang rekor baru paling jauh adalah gumpalan amorf dengan miliaran bintang yang cahayanya butuh 13,1 miliar tahun untuk mencapai Bumi. EGS-zs8-1 terbentuk ketika alam semesta berumur 650 juta tahun.

Teleskop Hubble, Spitzer dan Keck I 10 meter di WM Keck Observatory Hawaii mengukur tubuh surgawi dengan spektroskopi redshift sebagai dokumentasi rekor baru untuk sebuah galaksi sangat jauh.

Benih gas dan materi gelap tumbuh spiral megah dan galaksi elips yang ada saat ini. Galaksi besar sudah ada di awal sejarah alam semesta, tapi sifat fisik mereka sangat berbeda dari paradigma umum.

"Setiap konfirmasi menambah sepotong teka-teki bagaimana generasi pertama galaksi terbentuk di alam semesta awal," kata Pieter van Dokkum, astronom Yale University di New Haven.

Hanya teleskop paling sensitif yang cukup kuat untuk mencapai jarak ini paling tua. Temuan baru hanya mungkin berkat instrumen baru Multi-Object Spectrometer For Infra-Red Exploration (MOSFIRE) di Keck I.

Pengamatan baru menggarisbawahi batas-batas kosmik sebagai tugas NASA James Webb Space Telescope yang diluncurkan pada tahun 2018 untuk memberi gambaran lebih lengkap.
A Spectroscopic Redshift Measurement for a Luminous Lyman Break Galaxy at z=7.730 using Keck/MOSFIRE

P. A. Oesch, P. G. van Dokkum, G. D. Illingworth, R. J. Bouwens, I. Momcheva, B. Holden, G. W. Roberts-Borsani, R. Smit, M. Franx, I. Labbe, V. Gonzalez, D. Magee

arXiv, last revised 3 May 2015, arXiv:1502.05399
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment