Monday, May 4, 2015

Alat Canggih Homo sapiens Azab Homo neanderthalensis

Laporan Penelitian - Alat-alat canggih mengeja azab untuk Neanderthal. Sekira 42.000 tahun lalu, manusia awal mulai memegang jenis baru toolkit Zaman Batu di selatan Eropa.

Konvergensi dating baru dan DNA juga menunjuk periode tumpang tindih kedua spesies minimal 3.000 tahun. Neandertal berada di salah satu sisi lembah dan manusia modern berada di lain, melambaikan tangan setiap pagi.

Bladelet batu yang dilemparkan jauh di atas tombak. Puluhan tahun spekulasi siapa yang membuat alat dan para ilmuwan akhirnya menunjuk bahwa mereka Homo sapiens, bukan Homo Neanderthalensis.

Terobosan teknologi mungkin telah membantu spesies manusia modern menghapus Neanderthal yang punah tak lama setelah alat-alat baru muncul di lanskep Eropa.

Dua gigi bayi ditemukan pada tahun 1976 dan 1992 di dua situs terpisah di Italia utara. Para peneliti tidak dapat mengatakan apakah mereka milik Homo sapiens ataukah Homo neanderthalensis.

Sekarang Stefano Benazzi, arkeolog dari University of Bologna di Italia, dan rekan menggunakan pencitraan digital 3D termasuk scan tomografi terkomputerisasi untuk mengukur ketebalan enamel gigi.

Enamel tebal seperti pada manusia modern, bukan relatif tipis seperti Neanderthal. Dating radiokarbon pada tulang hewan dan arang dari situs menyarankan anak modern tinggal di sana sekitar 40.710 hingga 35.640 tahun lalu.

Benazzi juga mengekstrak DNA mitokondria (mtDNA) gigi anak lain berdating 41.110 hingga 38.500 tahun lalu. Garis leluhur mtDNA haplogroup R juga ditemukan pada tulang H. sapiens berdating 45.000 tahun di Siberia.

Laporan baru adalah identifikasi jenazah yang mengkonfirmasi bahwa manusia modern membuat alat-alat canggih Proto-Aurignacian yang ditandai dengan tulang dan tanduk alat, ornamen dan seni figuratif.

Masuknya manusia modern ke Eropa memainkan bagian kepunahan Neandertal. Meskipun faktor-faktor lain, seperti penyakit, jaringan sosial dan perdagangan turut memberi kontribusi.
The makers of the Protoaurignacian and implications for Neandertal extinction

S. Benazzi1,2 et al.
  1. Department of Cultural Heritage, University of Bologna, Via degli Ariani 1, 48121 Ravenna, Italy.
  2. Department of Human Evolution, Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology, Deutscher Platz 6, 04103 Leipzig, Germany.
Science, April 23 2015, DOI:10.1126/science.aaa2773
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment