Monday, May 25, 2015

Patah Tulang Kaki Lompatan Besar Tetrapoda Terestrial

Credit: Peter J. Bishop et al.
Laporam Penelitian - Hewan jatuh terpeleset momentum lompatan besar tetrapoda. Tulang kaki patah mendorong kembali fajar leluhur berkaki 4 dari air ke darat setidaknya 2 juta tahun lebih tua.

Catatan fosil mempersembahkan momen waktu cedera asal-usul tepat khalifah darat yang membawa lebih dekat pemahaman transisi dari air ke gaya hidup terestrial.

Sebuah celah dalam catatan fosil tetrapod tentang apa yang terjadi antara saat anggota tubuh berevolusi dari sirip ikan 360 juta tahun lalu dan tetrapoda darat beradaptasi pertama kali muncul 330 juta tahun lalu.

Ossinodus panjang tubuh 1,5 meter hidup sekitar 333 juta tahun lalu di wilayah yang sekarang Australia memiliki tulang lengan cukup kuat untuk mendukung tubuh di darat.

Perangkat lunak komputer merekonstruksi mekanika fraktur kekuatan relatif sangat besar untuk ukuran hewan yang kecelakaan harus terjadi di darat sebagai tulang patah tertua yang pernah dilaporkan.

"Dampak sangat sulit dicapai dalam air, karena air bertindak seperti bantal," kata Peter Bishop, paleoekolog Queensland Museum di Australia.

Patah tulang terjadi ketika terjatuh 85 sentimeter, mungkin di area berbatu hutan yang menutupi lenskap Australia saat itu. Ossinodus harus menghabiskan beberapa waktu di darat, tetrapod tertua yang beradaptasi kehidupan tanah.
Oldest Pathology in a Tetrapod Bone Illuminates the Origin of Terrestrial Vertebrates

Peter J. Bishop1,2,3 et al.
  1. Ancient Environments Program, Queensland Museum, 122 Gerler Rd, Hendra, Queensland, 4011, Australia
  2. School of Earth, Environmental and Biological Sciences, Queensland University of Technology, Brisbane, Queensland, 4000, Australia
  3. Centre for Musculoskeletal Research, Griffith University, Southport, Queensland, 4222, Australia
PLoS ONE, May 4, 2015, DOI:10.1371/journal.pone.0125723
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment