Langsung ke konten utama

Yi Qi, Dinosaurus Bersayap Kelelawar Untuk Meluncur

LaporanPenelitian.com - Perjalanan dinosaurus dengan meluncur, spesies baru Yi Qi mungkin terbawa ke langit dengan sayap kelelawar mirip pterosaurus dan tupai terbang.

Yi Qi tampaknya memulai rencana penerbangan pterosaurus. Tulang menonjol di masing-masing pergelangan tangan yang mungkin melekat sayap berdaging untuk meluncur.

Spesimen tunggal dalam Formasi Tiaojishan di Hebei, China, berdating Jurassic akhir. Makhluk yang mendahului Archaeopteryx dan memiliki lengan panjang, besar dengan filamen kaku.

Tulang tipis panjang menonjol dari pergelangan tangan menyediakan membran seperti sayap kelelawar, pterosaurus atau tupai terbang. Tak ada fitur seperti ini yang pernah dilihat sebelumnya pada setiap burung atau dinosaurus.

Yi Qi adalah sebuah eksperimen yang lebih evolusioner dalam penerbangan dinosaurus sebelum mereka berkembang menjadi berbagai burung seperti yang kita duga.

"Kami tidak tahu apakah Yi Qi mengepak atau meluncur, tapi yang pasti bersayap dalam konteks transisi dinosaurus ke burung," kata Xing Xu, paleontolog Institute for Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology di Beijing.

Xu dan rekan mengidentifikasi Yi Qi sebagai scansoriopterygid, keluarga langka dinosaurus kecil berbulu dari formasi Daohugou. Meskipun terkait Archaeopteryx, mereka dianggap terbang.

Beberapa ilmuwan menyarankan lengan dan jari-jari mereka untuk memanjat pohon dan deskirpsi ini juga satu-satunya yang diketahui bahwa dinosaurus tinggal di pohon.

Membran yang dimiliki pterosaurus dan tupai untuk meluncur dari pohon. Perjalanan meluncur adalah respon evolusi secara independen berkali-kali di lingkungan yang menguntungkan.
A bizarre Jurassic maniraptoran theropod with preserved evidence of membranous wings

Xing Xu1,2 et al.
  1. Institute of Geology and Paleontology, Linyi University, Linyi City, Shandong 276005, China
  2. Key Laboratory of Vertebrate Evolution and Human Origins of Chinese Academy of Sciences, Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology, Chinese Academy of Sciences, Beijing 100044, China
Nature, 29 April 2015, DOI:10.1038/nature14423. Gambar: Dinostar Co. Ltd

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…