Saturday, May 23, 2015

Implan Otak Mengontrol Lengan Robot Dengan Spontan

Credit: Spencer Kellis and Christian Klaes, Caltech
Laporan Penelitian - Implan otak memungkinkan orang lumpuh minum bir sendiri dengan cepat, perangkat menghubungkan pikiran dalam area perencanaan tindakan untuk anggota badan buatan.

Seorang pria lumpuh dapat membuat lengan robot melakukan beberapa gerakan halus. Chip silikon kecil tertanam di area perencanaan tindakan otak menggerakkan lengan dengan mudah dan lancar dengan pikirannya.

Erik Sorto menyisakan anggota tubuhnya tidak bisa bergerak setelah kecelakaan yang memutus saraf tulang belakang 12 tahun lalu. Orang dengan cedera serupa sebelumnya mengerakkan kaki palsu dengan implan di korteks motor.

Para peneliti sebelumnya menyadap korteks motor, wilayah otak yang memberitahu otot untuk bergerak, untuk mengarahkan anggota badan robot yang dikendalikan pikiran-dikendalikan.

Hal ini jauh dari ideal karena menghasilkan waktu tunda. Ketika ingin minum mereka harus berpikir memindahkan pindah lengan ke depan, lalu kiri, lalu membuka tangan, kemudian mencakup cangkir dan sebagainya.

Richard Andersen, neurosaints California Institute of Technology di Pasadena, dan tim mencoba sesuatu yang baru di wilayah yang berbeda dalam posterior parietal cortex atau PPC.

"Ini memungkinkan kita memecahkan kode aktivitas otak yang berhubungan dengan tujuan keseluruhan gerakan," kata Anderson saat NeuroGaming Conference di San Francisco.

Dua implan berukuran 4 milimeter persegi di PPC Masing-masing berisi elektroda yang mencatat aktivitas ratusan neuron individu. Selama hampir 2 tahun tim mencatat pola aktivitas listrik setiap tembakan neuron.

Credit: Spencer Kellis and Christian Klaes, Caltech
"Kami menemukan aktivitas luar biasa khusus untuk gerakan tertentu," kata Andersen.

Berikutnya mengirim informasi dari implan ke komputer yang menerjemahkan instruksi untuk menggerakkan lengan robot yang memungkinkan Sorto mengontrol kecepatan lengan sehingga bisa berjabat tangan dengan spontan.

"Satu hal yang dia ingin lakukan pada awal eksperimen adalah minum bir dengan teman-temannya dan mengontrol seberapa cepat ia meminumnya daripada harus bergantung pada orang lain," kata Andersen.



Decoding motor imagery from the posterior parietal cortex of a tetraplegic human

Tyson Aflalo1 et al.
  1. Division of Biology and Biological Engineering, California Institute of Technology, Pasadena, CA 91125, USA
Science, 22 May 2015, DOI:10.1126/science.aaa5417
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment