Thursday, May 21, 2015

Panda Raksasa (Ailuropoda melanoleuca) Berusus Karnivora

Laporan Penelitian - Bakteri usus panda menyerupai karnivora. Tidak seperti vegetarian lainnya, Panda Raksasa (Ailuropoda melanoleuca) pemakan bambu kurang memiliki mikroba pencerna tanaman.

Panda Raksasa mungkin terlihat seperti boneka, tapi mereka punya nyali grizzly berkaca mata. Mikroba yang hidup dalam usus pecinta bambu cocok dengan usus pemakan daging.

Microbiome beruang menunjukkan adaptasi evolusioner yang buruk untuk makanan berserat. Panda menggunakan rahang kuat untuk mengupas bambu. Tapi mikroorganisme usus beruang tidak mahir memasok sumber makanan utama.

Panda Raksasa (Ailuropoda melanoleuca) kuno awalnya omnivora yang perlahan mulai menggabungkan bambu ke dalam diet setidaknya 7 juta tahun lalu dan beralih ke makan bambu eksklusif 2 juta tahun lalu.

"Tidak seperti pemakan tumbuhan lainnya yang berhasil berevolusi, panda raksasa masih mempertahankan pencernaan khas karnivora," kata Zhihe Zhang, biolog Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding di China.

Panda tidak memiliki peralatan usus untuk mencerna serat. Para ilmuwan berpikir panda mungkin mengandalkan bakteri usus untuk mengekstrak nutrisi. Tapi laporan baru mengisyaratkan bakteri tidak dapat mengatasi makanan serat tinggi.

Kotoran tidak memiliki bakteri pencerna tanaman yang biasa ditemukan dalam tinja herbivora, meskipun mereka menghabiskan 14 jam mengunyah batang bambu dengan 12,5 kilogram setiap hari atau sekitar berat anak berumur 2 tahun.


The Bamboo-Eating Giant Panda Harbors a Carnivore-Like Gut Microbiota, with Excessive Seasonal Variations

Zhengsheng Xue1 et al.
  1. State Key Laboratory of Microbial Metabolism, School of Life Sciences and Biotechnology, Shanghai Jiao Tong University, Shanghai, People’s Republic of China
mBio, 19 May 2015, DOI:10.1128/mBio.00022-15
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment