Wednesday, May 20, 2015

Rekayasa Ragi Membuat Bunga Poppy Jadi Home Industry

Laporan Penelitian - Rekayasa ragi membuka jalan home industry heroin, teknik baru memberi potensi obat penghilang rasa sakit opiat lebih baik. Bioteknologi membuat morfin sesederhana membuat kue tape.

Sebuah tim peneliti US dan Canada melaporkan penciptaan strain ragi yang mengandung paruh pertama jalur biokimia pengekstrak gula sederhana menjadi morfin meniru proses bunga poppy menjadi opiat.

Para biolog bermain-main dengan proses produksi morfin yang berpotensi membuat terapuitik lebih efektif, kurang adiktif dan murah yang biasa diseduh di bawah prosedur botol fermentasi.

Poppy Opium (Papaver somniferum) satu-satunya sumber komersial morfin dan opioid obat penghilang rasa sakit seperti oxycodone dan hydrocodone yang mahal sehingga menjadi target bioteknologi.

Tanaman harus ditumbuhkan dalam kondisi sangat terkontrol dan hanya beberapa negara yang menanam secara resmi. Di luar batas-batas itu seperti Afghanistan menjadi pemasok perdagangan heroin ilegal.

Selama dekade terakhir, beberapa tim peneliti berusaha untuk membujuk mikroba termasuk ragi Saccharomyces cerevisiae dan bakteri Escherichia coli untuk membuat obat yang disalin dari tanaman.

Tapi candu memiliki jalur sintesis 18 langkah dan biokimia kompleks. Tidak ada data sekuen genom komplit untuk opium poppy. Jadi biolog mencari enzim pada tanaman lain untuk dimasukkan ke dalam genom.

Mereka harus mengembangkan teknik yang membuat enzim lebih efisien dengan mutasi gen pengkode dan memilih mutasi yang meningkatkan output produk yang diinginkan.


An enzyme-coupled biosensor enables (S)-reticuline production in yeast from glucose

William C DeLoache1 et al.
  1. Department of Bioengineering, University of California, Berkeley, Berkeley, California, USA.
Nature Chemical Biology, 18 May 2015, DOI:10.1038/nchembio.1816

Synthesis of Morphinan Alkaloids in Saccharomyces cerevisiae

Elena Fossati1,2 et al.
  1. Department of Biology, Concordia University, Montréal, Québec, Canada
  2. Centre for Structural and Functional Genomics, Concordia University, Montréal, Québec, Canada
PLoS ONE, April 23, 2015, DOI:10.1371/journal.pone.0124459
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment