Tuesday, May 26, 2015

Gadis Egtved Penyembah Matahari dari Black Forest

Credit: National Museum of Denmark
Laporan Penelitian - Peti mati menulis kisah kehidupan kuno ustad penyembah Matahari, analisis arkeologi forensik Gadis Egtved di Denmark ikon Zaman Perunggu mungkin lahir di Jerman.

Sesekali di Zaman Perunggu tepat tahun 1370 Sebelum Masehi, seorang gadis lahir dari keluarga ulama penyembah Matahari yang tinggal di Black Forest yang sekarang negara Jerman.

Ketika masih muda ia menjadi anak agamawan di kultus Matahari lokal dan segera menarik hati kepala suku yang tinggal jauh di utara. Keluarga gadis menikahkannya dan dia pergi di tempat yang sekarang Denmark.

Namun dia sering bepergian bolak-balik antara Denmark dan rumah leluhur dan akhirnya melahirkan seorang anak. Beberapa waktu sebelum ulang tahun ke-18, dia dan anaknya meninggal.

Mereka berdua dikuburkan bersama-sama dalam sebuah peti mati dari kayu ek, wanita muda berjuluk Egtved Girl mengenakan sabuk gesper perunggu dalam bentuk bundar Matahari.

Analisis isotop kimia bersama banyak bukti arkeologi konvensional memberitahu para peneliti yang baru saja menganalisis gigi, kuku, rambut dan pakaian dimana pertama kali ditemukan arkeolog tahun 1921.

Laporan baru terobosan sangat tidak biasa dalam cara yang menyatukan pelacakan kimia dari sejumlah jenis jaringan untuk merekonstruksi sejarah kehidupan seorang individu.

Credit: Karin Margarita Frei et al.
Karin Frei, geolog National Museum of Denmark di Kopenhagen, dan tim menganalisis bentuk berbeda isotop elemen strontium dalam jaringan. Strontium terjadi secara alami di dalam tanah dan batuan yang biasa memasuki tubuh dalam air minum.

Rasio dua isotop strontium-87 dan strontium-86 bervariasi tergantung pada tanah dan geologi sehingga bisa untuk membuat tebakan informasi di mana orang atau hewan berasal.

Dalam kasus Egtved Girl, tim tidak hanya menganalisis gigi, tetapi juga rambut, kuku, pakaian dan selimut sapi di peti mati serta gigi dan tulang anaknya dalam sebuah kotak kecil yang terbuat dari kulit pohon.

Credit: Karin Margarita Frei et al.

Untuk mencari tahu di mana gadis berasal, peneliti menganalisa strontium di salah satu gigi geraham dan menemukan rasio lebih tinggi dibanding kuburan orang umum yang ditemukan di Denmark.

Untuk melacak mobilitas selama terakhir hidupnya, tim menganalisis strontium di rambutnya yang panjang 23 sentimeter (sebahu) karena rambut kulit kepala manusia tumbuh 1 cm setiap bulan yang mewakili 23 bulan terakhir hidupnya.

Segmen tertua berhubungan lagi dengan Black Forest, sementara 2 segmen tengah khas Denmark. Pola yang sama terlihat di kuku dalam tiga segmen yang mewakili 6 bulan terakhir di Denmark tak lama sebelum meninggal.

Serat wol pakaian serta kulit sapi dipembaringan juga mengungkap rasio strontium dari luar Denmark. Secara keseluruhan gadis berasal dari daerah Black Forest dan menjadi chiefdom dan dimakamkan di Denmark.
Tracing the dynamic life story of a Bronze Age Female

Karin Margarita Frei1,2 et al.
  1. National Museum of Denmark, Frederiksholms Kanal 12, DK-1220, Copenhagen K, Denmark.
  2. Danish National Research Foundation’s Centre for Textile Research (CTR), SAXO Institute, University of Copenhagen, Amagerfaelledvej 56, Copenhagen 2300, Denmark
Scientific Reports, 21 May 2015, DOI:10.1038/srep10431
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment