Monday, April 27, 2015

Genom Komplit Menghidupkan Kembali Mammoth Woolly

www.LaporanPenelitian.com - Genom komplit mammoth woolly membuka tabir tentang kepunahan dan janjikan penciptaan spesies punah semakin nyata.

Tim internasional menyelesaikan sekuen genom lengkap 2 novel mammoth Siberia yang mengungkap deskripsi paling lengkap termasuk sejarah evolusi spesies dan kondisi penyebab kepunahan massal akhir Zaman Es.

"Ketika orang Mesir sedang membangun piramida, masih ada mammoth hidup," kata Hendrik Poinar, direktur Ancient DNA Centre di McMaster University.

Sementara para ilmuwan telah lama berdebat perubahan iklim dan perburuan orang Clovis sebagai faktor utama di balik kepunahan mammoth, data baru menunjukkan beberapa faktor sejarah evolusi panjang.

Poinar dan rekan menggunakan teknologi canggih untuk mengekstrak bit DNA kuno yang sangat terfragmentasi. Genom berkualitas tinggi datang dari spesimen 2 mammoth laki-laki yang hidup terpisah sekitar 40.000 tahun.

Satu spesimen tinggal di timur laut Siberia berdating 45.000 tahun dan spesimen yang lain berdating 4.300 tahun di Wrangel Island Rusia terletak di Samudra Arktik.

Genom salah satu mammoth terakhir di dunia menampilkan variasi genetik rendah dan tanda tangan inbreeding, mungkin karena populasi kecil yang berhasil bertahan di Wrangel Island selama 5.000 tahun terakhir.

Populasi menderita dan pulih signifikan dari penyusutan sekitar 250.000 hingga 300.000 tahun lalu. Tapi penurunan tajam terjadi di hari-hari terakhir zaman es sebagai takdir akhir.

"Kita sekarang dapat mulai memahami perbedaan mammoth raksasa dengan gajah dan teka-teki penyebab kepunahan yang sangat sulit dipecahkan," kata Poinar.




Complete Genomes Reveal Signatures of Demographic and Genetic Declines in the Woolly Mammoth

Eleftheria Palkopoulou1,2 et al.
  1. Department of Bioinformatics and Genetics, Swedish Museum of Natural History, 10405 Stockholm, Sweden
  2. Department of Zoology, Stockholm University, 10691 Stockholm, Sweden
Current Biology, April 23, 2015, DOI:10.1016/j.cub.2015.04.007
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment