Friday, April 24, 2015

Mengedit Genetik Untuk Meremove Mitokondria Corrupt

www.LaporanPenelitian.com - Mengedit genetik untuk menghapus mitokondria rusak. Pendekatan baru menghindari "tiga orangtua" untuk mencegah gangguan DNA.

Teknik baru rekayasa genetika bisa membantu mencegah penyakit mitokondria tanpa masalah etis metode "tiga orangtua" dalam menjaga kesehatan generasi berikutnya.

Metode tiga orangtua melibatkan transfer nucleus telur calon ibu ke dalam telur donor yang mengandung mitokondria sehat untuk menggantikan mitokondria mutan.

Mutasi berbahaya dalam DNA mitokondria dapat menyebabkan berbagai penyakit berat yang ada saat ini tidak ada obatnya. Teknik baru menawarkan alternatif sederhana penggantian mitokondria rusak.

Metode gen editing menghapus sejumlah mitokondria mutan dari telur atau embrio awal. Teknik baru ini bisa mencegah penyakit akibat mitokondria lolos dari ibu ke anak.

Juan Carlos Izpisua Belmonte, genetikawan Salk Institute for Biological Studies di La Jolla, California, dan rekan menyuntikkan set pendek instruksi genetik ke setiap sel telur untuk memotong DNA.

"Meskipun teknik kami tidak mungkin penghapusan total DNA mitokondria bermutasi, tapi kami dapat mengurangi ke level persentase rendah," kata Belmonte.

Karena hanya menyuntikkan urutan genetik ke dalam sel telur, Belmonte dan rekan percaya metode ini lebih sederhana dibanding terapi penggantian mitokondria melalui transplantasikan sel telur donor.

Pekan lalu tim peneliti China juga melaporkan teknik ini ke dalam embrio manusia. Teknik ini menawarkan cara untuk meningkatkan jumlah mitokondria sehat dan menurunkan jumlah mitokondria berbahaya dalam telur.
Selective Elimination of Mitochondrial Mutations in the Germline by Genome Editing

Pradeep Reddy1 et al.
  1. Gene Expression Laboratory, Salk Institute for Biological Studies, La Jolla, CA 92037, USA
Cell, 23 April 2015, DOI:10.1016/j.cell.2015.03.051

CRISPR/Cas9-mediated gene editing in human tripronuclear zygotes

Puping Liang1 et al.
  1. Guangdong Province Key Laboratory of Reproductive Medicine, the First Affiliated Hospital, and Key Laboratory of Gene Engineering of the Ministry of Education, School of Life Sciences, Sun Yat-sen University, Guangzhou, 510275, China
Protein and Cell, 18 Apr 2015, DOI:10.1007/s13238-015-0153-5
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment