Thursday, April 9, 2015

Seleksi Alam Pendorong Orang Belanda Tertinggi Di Dunia

www.LaporanPenelitian.com - Belanda memiliki warga tertinggi di Bumi, perempuan rata-rata berdiri 1,71 meter dan laki-laki setinggi 1,84 meter.

Laporan baru mendorong pesan populasi manusia tunduk pada seleksi alam. Core pemahaman kita tentang evolusi sifat manusia yang menegaskan anak-anak lebih tinggi dari orangtuanya.

Seleksi seksual bekerja dominan di Belanda. Perempuan lebih suka pria yang lebih tinggi karena mengharapkan lebih banyak sumber daya untuk berinvestasi gen pada anak-anak mereka.

Dua abad lalu mereka terkenal terpendek. Jadi bagaimana mereka melonjak begitu cepat telah menjadi sedikit misteri. Penjelasan populer adalah nutrisi, diet kalori kaya produk daging dan susu.

Tapi itu bisa seluruh cerita. Negara-negara Eropa lainnya juga menikmati kemakmuran dan peningkatan standar hidup yang sama, namun tubuh warganya tidak menjulang tiba-tiba.

Kemungkinan lain, pria tinggi lebih tahan terhadap penyakit atau bahwa mereka lebih mungkin untuk bercerai dan memulai sebuah keluarga kedua. Beberapa hipotesis menjadi pertanyaan yang sulit dijawab.

Catatan militer menunjukkan tinggi rata-rata pria di Belanda bertambah 20 cm dalam kurun 150 tahun terakhir. Sebagai perbandingan, ketinggian pria Amerika Serikat rata-rata meningkat hanya 6 cm selama periode yang sama.

Sekarang sebuah tim tidak melibatkan pengujian genetik, tetapi menyimpulkan dari pengamatan bahwa seleksi alam harus memainkan peran bahwa semakin banyak orang Belanda mengandung gen tinggi badan.

"Seleksi alam, selain kondisi lingkungan yang baik, membantu menjelaskan mengapa orang Belanda begitu tinggi," Gert Stulp, demografer London School of Hygiene & Tropical Medicine di London.

"Tinggi badan sangat diwariskan, orang tua lebih tinggi cenderung memiliki anak lebih tinggi dari orang tua. Ketinggian rata-rata generasi hari ini sedikit lebih tinggi dari rata-rata generasi sebelumnya," kata Stulp.
Does natural selection favour taller stature among the tallest people on earth?

Gert Stulp1,2 et al.
  1. Department of Population Health, London School of Hygiene and Tropical Medicine, London WC1E 7HT, UK
  2. Department of Sociology, University of Groningen, Grote Rozenstraat 31, Groningen 9712 TG, The Netherlands
Proceedings of the Royal Society B, 8 April 2015, DOI:10.1098/rspb.2015.0211
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment