Friday, April 3, 2015

Tikus Jantan Bernyanyi Untuk Merayu Perempuan

LaporanPenelitian.com - Tikus jantan bernyayi seperti burung untuk memikat perempuan, vokalisasi ultrasonik (USVs) sangat kompleks untuk merayu gebetan.

Bayi tikus memancarkan sangat kompleks ultrasonic vocalizations (USVs) ketika memanggil ibu dan USVs tumbuh lebih kompleks ketika mereka mencapai dewasa.

Tetapi para ilmuwan masih mencoba memecahkan kode lagu dan menentukan kompleks berbeda di situasi sosial yang berbeda. Sebuah tim mengembangkan pendekatan komputasi untuk menganalisis.

Diinamika berbagai suku kata dalam lagu mendefiniskan rangkaian ujaran, kadang-kadang dengan tempo bahwa tikus jantan menyanyikan lagu-lagu lebih kompleks ketika mencium urin perempuan.

"Mengejutkan saya, banyak perubahan terjadi pada lagu-lagu dalam konteks sosial yang berbeda," kata Erich Jarvis, neurobiolog Duke University Medical Center di Durham.

"Jelas bahwa kemampuan untuk menyuarakan jauh lebih terbatas daripada burung penyanyi atau manusia, tapi luar biasa bahwa kita dapat menemukan perbedaan-perbedaan dalam kompleksitas lagu mereka," kata Jarvis.

Dalam lagu yang didendangkan, tikus jantan menghasilkan pola tertentu daripada string suku kata acak. Tikus betina kebanyakan lebih memilih menghabiskan waktu dengan pembicaraan.

"Perempuan bereaksi berbeda terhadap lagu-lagu yang berbeda. Jarvis dan rekan berencana untuk menyelidiki peran berbagai gen dan daerah otak yang terlibat dalam lagu rayuan tersebut.
Male mice song syntax depends on social contexts and influences female preferences

Jonathan Chabout1,2 et al.
  1. Department of Neurobiology, Duke University Medical Center, Durham, NC, USA
  2. Howard Hughes Medical Institute, Chevy Chase, MD, USA
Frontiers of Behavioral Neuroscience, 01 April 2015, DOI:10.3389/fnbeh.2015.00076. Gambar: Wikimedia Commons
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment