Tuesday, March 31, 2015

Anak-Anak Keluarga Miskin, Otaknya Menyusut

LaporanPenelitian.com - Anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah memiliki otak lebih kecil dan kemampuan kognitif lebih rendah.

Semakin kaya orangtua, semakin besar dan luas permukaan otak anaknya, fitur struktural yang terkait dengan kecerdasan lebih tinggi pada anak-anak.

Pendapatan keluarga berdampak pada perkembangan otak anak-anak, khususnya di kalangan anak-anak dari orang tua berpendapatan rendah bahwa kemiskinan menyusutkan otak sejak lahir.

Tekanan tumbuh hidup miskin menyakiti perkembangan otak anak sebelum kelahiran dan bahkan perbedaan yang sangat kecil dalam pendapatan memiliki efek besar pada otak.

Para ilmuwan telah lama menduga perilaku dan kemampuan kognitif anak-anak terkait status sosial ekonomi mereka, terutama bagi mereka yang sangat miskin. Tapi tidak pernah jelas.

"Anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah lebih kesulitan dengan fungsi bahasa, kinerja sekolah dan metrik kognitif lainnya," kata Elizabeth Sowell, pediatris Children's Hospital Los Angeles in California.

Stres lingkungan rumah, gizi buruk, paparan kimia industri seperti timbal dan kurangnya akses terhadap pendidikan yang baik sering disebut-sebut sebagai faktor penyebab.

Sekarang sebuah tim melihat ke dasar-dasar biologis efek ini berdasarkan pencitrakan otak 1.099 anak-anak, remaja dan dewasa muda di beberapa kota di Amerika Serikat.

Otak anak-anak dari golongan berpenghasilan kurang dari US$25.000 memiliki permukaan otak 6% lebih sedikit dibanding anak-anak dari keluarga yang membuat penghasilan lebih dari US$150,000.

Pada anak-anak dari keluarga miskin, kesenjangan pendapatan beberapa ribu dolar terkait dengan perbedaan terutama di daerah otak yang terkait dengan bahasa dan keterampilan mengambil keputusan.

Sangat penting bagi pemangku kebijakan untuk memahami hubungan antara status sosial ekonomi dan kecerdasan karena berperan dalam lingkaran kemiskinan lintas generasi.

Menghapus kemiskinan adalah sebuah tantangan, tapi tantangan yang semakin berat jika mereka menghadapi masalah sumber daya paling mendasar yaitu kurangnya potensi kognitif mereka sendiri.
Family income, parental education and brain structure in children and adolescents

Kimberly G Noble1,2 et al.
  1. College of Physicians and Surgeons, Columbia University, New York, New York, USA.
  2. Teachers College, Columbia University, New York, New York, USA
Nature Neuroscience, 30 March 2015, DOI:10.1038/nn.3983
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment