Skip to main content

Bayi Kelelawar Buah Mesir (Rousettus aegyptiacus) Belajar Vokal

www.LaporanPenelitian.com - Bayi Kelelawar Buah Mesir (Rousettus aegyptiacus) belajar suara dan mengoceh persis seperti yang Anda lakukan.

Anak-anak manusia, burung beo dan anak ayam berbagi bakat langka. Mereka meniru suara orang dewasa dari spesies mereka buat dan para ilmuwan mengusulkan anak kelelawar juga harus belajar suara.

Sebuah tim menemukan keterampilan pembelajaran vokal pembelajaran pada bayi Kelelawar Buah Mesir (Rousettus aegyptiacus), spesies yang sangat sosial ditemukan dari Afrika hingga Pakistan.

Hanya segelintir mamalia lain, termasuk Cetacea dan kelelawar pemakan serangga tertentu, adalah pelajar vokal. Kelelawar dewasa kaya repertoar vokal oborolan dan berderit seperti tikus.

R. aegyptiacus tidak memiliki jangka waktu terbatas untuk belajar, meskipun belajar vokal sederhana dibandingkan manusia memberikan model berguna untuk memahami evolusi bahasa.



Vocal learning in a social mammal: Demonstrated by isolation and playback experiments in bats

Yosef Prat1 et al.
  1. Department of Zoology, Faculty of Life Sciences, Tel Aviv University, Tel Aviv 69978, Israel.
Science Advances, 27 Mar 2015, DOI:10.1126/sciadv.1500019. Gambar: Wikimedia Commons

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…