Thursday, March 26, 2015

Alat-Alat Batu Penuh Residu Lemak di Situs Revadim

LaporanPenelitian.com - Bukti pertama alat-alat batu menanggung residu hewan ketika memproses bangkai dan kulit hewan 500.000 tahun lalu.

Sekitar 2,5 juta tahun lalu, leluhur manusia bertahan pada diet remeh tanaman. Tapi perluasan volume otak memerlukan substansi lebih lemak dan daging.

Hal-hal yang mendorong pengembangan keterampilan dan alat yang diperlukan untuk berburu binatang dan mengolah lemak dan daging dari bangkai hewan besar.

Di antara gajah di situs Revadim, Israel, tergolek kapak tangan berdating 500 ribu tahun penuh residu hewan. Verifikasi pertama kali penggunaan alat-alat batu untuk memproses bangkai dan kulit hewan.

"Ada tiga bagian untuk teka-teki ini. Perluasan otak manusia, pergeseran konsumsi daging, dan kemampuan untuk mengembangkan teknologi," kata Ran Barkai, arkeolog Tel Aviv University.

"Terobosan besar dalam evolusi manusia. Batu untuk membantai dan memotong daging hewan merupakan tonggak biologis dan budaya yang penting," kata Barkai.

"Di tambang Revadim sisa-sisa hewan disembelih, termasuk rusuk gajah yang telah rapi dipotong alat batu, bersama kapal tangan yang masih mempertahankan lemak hewan," kata Barkai.

Fourier Transform InfraRed (FTIR) menganalisis residu yang memanfaatkan inframerah untuk mengidentifikasi tanda tangan senyawa organik yang sampai hari ini tetap hanya teori.

Sementara pertanyaan tentang fungsi dan produksi masih belum terjawab, ada sedikit keraguan bahwa kapak dan scraper yang ditemukan di situs prasejarah di seluruh dunia berbeda untuk tujuan tertentu.
Fat Residue and Use-Wear Found on Acheulian Biface and Scraper Associated with Butchered Elephant Remains at the Site of Revadim, Israel

Natalya Solodenko1 et al.
  1. The Jacob M. Alkow Department of Archaeology and Ancient Near Eastern Cultures, Tel Aviv University, Ramat Aviv, Tel Aviv, Israel
PLoS ONE, March 18, 2015, DOI:10.1371/journal.pone.0118572
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment