Thursday, March 12, 2015

Homo neanderthalensis Berhias Liontin dan Kalung Elang

LaporanPenelitian.com - Homo neanderthalensis memakai cakar elang sebagai liontin dan kalung, perhiasan 130.000 tahun kisah kemawahan dekorasi.

Neanderthal berburu mammoth, bison dan hewan besar lainnya makanan, tapi musuh sengit mereka adalah elang besar yang dijerat untuk membuat perhiasan.

Rentang sayap hingga 2 meter, burung-burung predator udara terbesar di Eropa. Cakar elang ekor putih di situs Neanderthal di Kroasia tanda tangan yang menyarankan proses pemotongan sebagai karya ornamen pribadi.

"Mereka burung yang sangat kuat. Dibutuhkan keberanian dan kebodohan, bahkan untuk menangkap salah satu," kata David Frayer, palaeoantropolog University of Kansas di Lawrence.

Geolog Dragutin Gorjanovic-Kramberger menggali situs antara tahun 1899 hingga 1905. Alat-alat batu, tulang Neanderthal dan gigi ia kirim ke kolega untuk identifikasi.



Beberapa cakar raptor, bulu dan bantalan sebagai perhiasan telah ditemukan di situs Neanderthal lainnya, tapi koleksi Krapina 8 cakar setidaknya dari 3 burung berbeda adalah terbesar dan tertua dari semua catatan.

Neanderthal memanipulasi cakar sebagai perhiasan yang membutuhkan ketrampilan rumit. Beberapa arkeolog sebelumnya menyatakan hanya Homo sapiens yang mampu memikirkan perilaku simbolik.
Evidence for Neandertal Jewelry: Modified White-Tailed Eagle Claws at Krapina

Davorka Radovčić1 et al.
  1. Department of Geology and Paleontology, Croatian Natural History Museum, 10000, Zagreb, Croatia
PLoS ONE, Jurnal, Tanggal, DOI:10.1371/journal.pone.0119802. Gambar: Luka Mjeda
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment