Saturday, March 7, 2015

Supernovae Tipe 1A Melempar Bintang US 708 Super Cepat

LaporanPenelitian.com - Supernovae Tipe 1A melempar bintang keluar dari galaksi. Dalam kuasa ketapel kosmis, US 708 melarikan diri super cepat dari Bima Sakti.

Beberapa bintang terburu-buru keluar dari galaksi. Satu bintang HVS meluncur menjauh dari Bima Sakti sekitar 4,3 juta kilometer per jam, bintang tercepat yang dikeluarkan dari galaksi.

Jika terjadi ledakan termonuklir di sebelah, Anda lari juga. US 708 pertama kali ditemukan 10 tahun lalu sebagai sisa-sisa raksasa merah yang terlucuti hidrogen dan core panas helium sekitar sepertiga massa Matahari.

Keck Observatory di Mauna Kea, Hawaii, mengukur kecepatan penuh di bawah 1.200 kilometer per detik. Bintang juga berputar cepat lebih dari 100 kilometer per detik.

Para bintang hypervelositas cukup cepat untuk melarikan diri dari cengkeraman gravitasi Bima Sakti tapi semua lebih lambat dari US 708 dan lebih bermassa dan bersuhu Matahari.

Bintang-bintang ini awalnya bagian biner yang terlalu dekat lubang hitam supermasif di pusat galaksi. Satu bintang terjebak mengorbit lubang hitam, sementara yang lain terlempar keluar dengan kecepatan tinggi.

"Satu-satunya cara untuk menyingkirkan pendamping adalah supernova termonuklir," kata Stephan Geier, astronom European Southern Observatory di Garching, Germany.

US 708 pernah terikat dengan bintang kerdil putih yang mencuri semua hidrogen dan meninggalkan core helium. Kerdil putih masih belum puas, kemudian menghisap helium sampai stabil ke titik pengapian supernova besar.

"Ini bukan Shockwave, fakta bahwa mereka keluar dari biner yang sangat ketat," kata Geier.
The fastest unbound star in our Galaxy ejected by a thermonuclear supernova

S. Geier12 et al.
  1. European Southern Observatory, Karl-Schwarzschild-Straße 2, 85748 Garching, Germany.
  2. Dr. Karl Remeis-Observatory and Erlangen Centre for Astroparticle Physics, Astronomical Institute, Friedrich-Alexander University Erlangen-Nuremberg, Sternwartstraße 7, 96049 Bamberg, Germany.
Science, 6 March 2015, DOI:10.1126/science.1259063. Gambar: Ruth Bazinet, CfA
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment