Langsung ke konten utama

Cluster Kim 2 Sangat Kecil dan Menyendiri Di Pinggir Bima Sakti

www.LaporanPenelitian.com - Jauh dari rumah, cluster bintang patuh seperti anjing kecil yang hilang dan mengembara terlalu jauh dari rumah.

Sekelompok bintang luar biasa kecil dan aneh keluar ke tempat yang terpencil. Cluster hanya berpenduduk segelintir bintang terletak jauh di pinggiran kota Bima Sakti.

"Cluster ini sangat samar dan benar-benar di pinggiran Bima Sakti. Bahkan sepuluh kali lebih jauh dari rata-rata globular di halo galaksi," kata Dongwon Kim, astronom Australian National University (ANU).

Gugus bola adalah kota bintang yang membentuk bola besar, halo melebar di sekitar inti galaksi yang terang dan mudah dilihat teleskop amatir atau bahkan teropong.

Tapi laporan baru memerlukan teleskop besar untuk mengkonfirmasi. Klaster eksentrik ditemukan menggunakan Dark Energy Camera (DECam) di 4 meter Blanco Telescope di Cerro Tololo Inter-American Observatory (CTIO) di Chile.

Gugus bintang yang luar biasa jauh datang ketika algoritma mendeteksi data pencitraan 500 derajat persegi. Benda-benda terlalu lemah dan sulit dipahami optik.

Bintang-bintang cluster bertabur begitu tipis. Mereka bersembunyi di lautan bintang-bintang Bima Sakti. Karena begitu samar, tindak lanjut pengamatan menggunakan Gemini Multi-Object Spectrograph.

Cluster bintang baru bernama Kim 2 juga menunjukkan kehilangan massa signifikan atas sejarahnya. Konsekuensi evolusioner selama miliaran tahun termasuk hilangnya bintang anggota karena tarikan gravitasi Bima Sakti.

Segregasi massa yang sulit diamati khususnya dalam kelompok massa rendah, tapi data Gemini sangat baik mengungkap bahwa massa Kim 2 tercerai dan kehilangan banyak massa asli.
Discovery of a Faint Outer Halo Milky Way Star Cluster in the Southern Sky

Dongwon Kim, Helmut Jerjen, Antonino P. Milone, Dougal Mackey, Gary S. Da Costa

arXiv (Submitted on 13 Feb 2015), arXiv:1502.03952. Gambar: GMOS image/Gemini Observatory

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…