Wednesday, February 25, 2015

Tangan Rekonstruksi Bionic Dikendalikan Dengan Pikiran

www.LaporanPenelitian.com - Pria dengan tangan amputasi diganti tangan bionik. Tiga orang dengan kerusakan saraf serius memiliki tangan robot yang dikontrol dengan pikiran.

Rekonstruksi Bionic memungkinkan tiga pria cedera pleksus brakialis menahun telah menggunakan tangan palsu robot yang dikendalikan oleh pikiran mereka sendiri.

Teknik baru merupakan gabungan selektif saraf dan otot transfer, amputasi elektif dan prostesis robot canggih menggunakan sensor yang merespon impuls listrik pada otot yang membantu mereka beraktivitas sehari-hari.

"Cedera pleksus brakialis mewakili amputasi yang memisahkan tangan dari kontrol saraf," kata Oskar Aszmann, Direktur Christian Doppler Laboratory for Restoration of Extremity Function di Medical University of Vienna.

"Kemajuan di sini bahwa kita mampu mengekstrak sinyal saraf baru melalui transfer saraf oleh transplantasi otot. Sinyal ini kemudian diterjemahkan ke dalam fungsi mekatronika," kata Aszmann.

Sebelum amputasi ketiga pasien menghabiskan rata-rata 9 bulan pelatihan kognitif, mengaktifkan otot-otot dan menggunakan sinyal listrik untuk mengendalikan tangan virtual.

"Sejauh ini, rekonstruksi bionik hanya dilakukan di pusat kami di Wina. Namun, tidak ada batasan teknis atau bedah yang mencegah prosedur ini dilakukan di tempat lain," kata Aszmann.




Bionic reconstruction to restore hand function after brachial plexus injury: a case series of three patients

Oskar C Aszmann1 et al.
  1. Christian Doppler Laboratory for Restoration of Extremity Function, Division of Plastic and Reconstructive Surgery, Department of Surgery, Medical University of Vienna, Austria
The Lancet, 24 February 2015, DOI:10.1016/S0140-6736(14)61776-1. Gambar dan video: Oskar C Aszmann et al.
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment