Tuesday, February 24, 2015

Wabah Black Death Datang Ketika Asia Tengah Hangat

LaporanPenelitian.com - Pes berkunjung ke Eropa di abad pertengahan secara periodik, wabah meletus pada tahun-tahun berikutnya ketika suhu nyaman di benua lain.

Black Death menjadi tamu berulang di Eropa abad pertengahan. Wabah yang menewaskan jutaan orang dipicu oleh cuaca hangat Asia Tengah.

Sebuah tim mencatat fluktuasi iklim bahwa ruam penyakit di Eropa mengikuti periode cuaca hangat di Asia Tengah, bukan diimpor orang-orang ke Eropa dari Asia dalam peristiwa sekali.

"The Black Death sulit dipahami dari apa yang terjadi di Eropa. Anda harus memahami apa yang terjadi di Asia Tengah," kata Nils Stenseth, biolog University of Oslo di Norwegia.

Stenseth dan tim menyelidiki catatan cincin pohon juniper di Eropa dan Asia Tengah untuk melacak bagaimana iklim berubah selama bertahun-tahun di setiap daerah.

Lebih dari 7.700 wabah didokumentasikan di Eropa dan iklim Eropa tidak memiliki hubungan dengan wabah. Tapi ketika iklim hangat di Asia Tengah, wabah muncul di Eropa 15 tahun kemudian.

Bakteri Yersinia pestis menumpang kutu yang diangkut Tikus Gerbil (Rhombomys opimus) Asia Tengah. Cuaca hangat dan basah menghijaukan tumput bagi gerbil dan kutu lebih aktif.

"Peningkatan suhu 1 derajat akan berlipat ganda prevalensi wabah pada populasi gerbil," kata Stenseth.

Kutu dari gerbil melompat ke tikus di kapal untuk mencari host. Akhirnya bermigrasi ke Eropa melalui jalur perdagangan Silk Road dan laut. Tidak seperti gerbil, tikus mudah ditaklukkan sehingga meninggalkan wabah tanpa host.
Climate-driven introduction of the Black Death and successive plague reintroductions into Europe

Boris V. Schmid1 et al.
  1. Centre for Ecological and Evolutionary Synthesis, Department of Biosciences, University of Oslo, NO-0316 Oslo, Norway
Proceedings of the National Academy of Sciences, Jurnal, Tanggal, DOI:10.1073/pnas.1412887112
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment