Monday, February 23, 2015

Materi Gelap Penyebab Kepunahan Massal Di Bumi

www.LaporanPenelitian.com - Begitu banyak catatan fosil menunjukkan bencana ekologi menghapus sejumlah besar spesies Bumi dan dark matter mungkin menyebabkan bencana massal.

Astrofisika menelikung Bumi dalam disk galaksi dan akumulasi materi gelap di pedalaman planet mengakibatkan perubahan dramatis aktivitas geologi dan biologi.

Materi hipotetik yang menysusn sekitar seperempat alam semesta memegang jawaban. Pada skala terbesar, materi gelap mungkin memiliki pengaruh langsung terhadap kehidupan di Bumi.

Gerakan Tata Surya melalui kubangan materi gelap menyelimuti galaksi Bima Sakti mengacaukan orbit komet dan pemanasan tambahan core Bumi yang mendorong peristiwa kepunahan geologi dan massal.

Kepunahan massal terjadi kira-kira setiap 26-30 juta tahun, interval yang sama di mana sistem Tata Surya melintasi Bima Sakti. Awan debu dan gas di bidang galaksi akan mengganggu orbit komet.

Asteroid yang menghantam Yucatán Peninsula Meksiko menghapus dinosaurus sekitar 66 juta tahun yang lalu. Periode yang sama gejolak geologi yang mencakup letusan gunung berapi.

"Ini selalu menjadi misteri bagaimana dampak luar Bumi menyebabkan efek geologi," kata Michael Rampino, geolog New York University di New York City.

Materi gelap tidak terlihat tetapi ketika bertumbukan dengan partikel biasa maka saling memusnahkan satu sama lain, menghasilkan panas cukup besar. Dampak muncul baik melalui ekstraterestrial maupun gejolak geologi dalam satu gerakan.

"Kita cukup beruntung hidup di planet yang sangat ideal bagi evolusi kehidupan kompleks. Tapi sejarah Bumi diselingi acara kepunahan skala besar, beberapa di antaranya kita berjuang untuk menjelaskan," kata Rampino.
Disc dark matter in the Galaxy and potential cycles of extraterrestrial impacts, mass extinctions and geological events

Michael R. Rampino1,2,3
  1. Department of Biology, New York University, New York, NY 10003, USA
  2. Department of Environmental Studies, New York University, New York, NY 10003, USA
  3. NASA, Goddard Institute for Space Studies, 2880 Broadway, New York, NY 10025, USA
Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, February 18, 2015, DOI:10.1093/mnras/stu2708
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment