Langsung ke konten utama

Ruby Phyllopteryx dewysea, Spesies Ketiga Naga Laut

LaporanPenelitian.com - Temukan pertama spesies naga laut dalam kurun 150 tahun, kejutan Phyllopteryx dewysea di perairan lepas pantai Australia Barat, hanya spesies ketiga dikenal Seadragon.

Setelah 150 tahun sejak Seadragon terakhir dilaporkan bahwa hanya ada 2 spesies dan tiba-tiba ada spesies ketiga karismatik menunggu begitu lama di lautan untuk dibukukan.

Menggunakan DNA dan anatomi, para ilmuwan menemukan spesies baru ketiga yang dikenal sebagai Naga Laut. Phyllopteryx dewysea juga dijuluki dengan Ruby Seadragon.

CT scan memberi 5.000 irisan X-ray yang mampu merakit model 3D untuk melihat beberapa fitur kerangka yang berbeda dari spesies lain dan genetik menguatkan bukti.

"Kami dalam zaman keemasan teknologi DNA dan taksonomi yang memungkinkan metode temuan spesies baru dari sebelumnya," kata Greg Rouse, oceanografer Scripps Institution of Oceanography.

Spesimen berwarna merah cerah sangat berbeda dari oranye Naga Laut Phycodurus eques dan kuning-ungu Naga Laut Phyllopteryx taeniolatus. Semakin berwarnai indikator semakin mendiami perairan lebih dalam.




A spectacular new species of seadragon (Syngnathidae)

Josefin Stiller1 et al.
  1. Scripps Institution of Oceanography, UCSD, 9500 Gilman Drive, La Jolla, CA 92093-0202, USA
Royal Society Open Science, 18 February 2015, DOI:10.1098/rsos.140458. Gambar: University of California, San Diego/Western Australian Museum; Video: Scripps Institution of Oceanography.

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…