Tuesday, February 17, 2015

Awan Misterius Melayang Tinggi di Tenggara Planet Mars

LaporanPenelitian.com - Kabut misterius Mars membingungkan para ilmuwan. Awan ditemukan melayang tinggi di atas permukaan Planet Merah.

Kabut besar, pertama kali ditemukan astronom amatir 12 Maret 2012, menentang pemahaman baru tentang fisika atmosfer di Mars. Lebar lebih dari 1000 kilometer jauh lebih besar daripada pengamatan sebelumnya.

Fenomena terlihat di sepanjang batas tepi planet ketika malam hari antara 200 hingga 250 kilometer di atas wilayah Terra Cemmeria yaitu belahan tenggara Mars.

"Saya pertama kali melihatnya saat memproses data dan melihat seperti artefak. Animasi beberapa frame memiliki fitur nyata, tapi saya tidak bisa menjelaskan," kata Wayne Jaeschke, astronom amatir di Florida.

Awan besar berlangsung setidaknya 11 hari dengan cepat berubah bentuk dari gumpalan ganda menjadi pilar. Pada tanggal 6 April 2012 awan serupa muncul di area sama dan ketinggian sama yang berlangsung sekitar 10 hari.

"Saya pikir masih ada beberapa diskusi tentang medan magnet sebagai faktor karena angin Matahari tinggi pada waktu itu. Kami melihat beberapa coronal mass ejections besar yang melewati Mars," kata Jaeschke.

Tapi intensitas aurora jauh lebih kecil yang berarti aktivitas aurora tidak sepenuhnya konsisten. Karbon dioksida dan kristal es sering hadir di atmosfer Mars, tapi selalu di bawah ketinggian 100 kilometer.

"Pagi adalah satu-satunya waktu kami mampu melihat debu. Jika itu adalah kondensat es, maka hilang pada siang hari," kata Jaeschke.

"Atau, karena perubahan sudut Matahari, awan mungkin belum cukup terang bagi kita untuk melihat latar belakang terang permukaan planet," kata Jaeschke.
An extremely high-altitude plume seen at Mars’ morning terminator

A. Sánchez-Lavega1,2 et al.
  1. Departamento de Física Aplicada I, ETS Ingeniería, Universidad del País Vasco, Alameda Urquijo s/n, 48013 Bilbao, Spain
  2. Unidad Asociada Grupo Ciencias Planetarias UPV/EHU-IAA (CSIC), Alameda Urquijo s/n, 48013 Bilbao, Spain
Nature, 16 February 2015, DOI:10.1038/nature14162. Gambar: W. Jaeschke/D. Parker/NOAA/Grupo Ciencias Planetarias (GCP) UPV/EHU
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment