Friday, February 13, 2015

Moratorium Laut Internasional Untungkan Nelayan Pesisir

www.LaporanPenelitian.com - Larangan penangkapan ikan di laut lepas dapat meningkatkan hasil tangkapan global menjadi lebih adil.

Penutupan perairan internasional bagi penangkapan ikan komersial bisa menetralkan distribusi pendapatan lebih adil di antara negara-negara maritim di dunia dan meningkatkan hasil tangkapan pesisir sebesar 18 persen.

"Kita harus menggunakan perairan internasional karena bank ikan dunia," kata U. Rashid Sumaila, ekonom perikanan University of British Columbia di Vancouver.

Hari ini 10 negara menangkap ikan di perairan internasional sebesar 71 persen dari total nilai tangkapan. Untuk semua skenario, negara-negara Eropa, Kelompok negara G-8 dan negara-negara maritim maju memperoleh keuntungan dari moratorium.

Hukuman kepada ilegal-fishing bisa mengimbangi biaya administrasi dan operasional. Amerika Serikat, Guam dan Inggris mengalami peningkatan keuntungan lebih dari US$250 juta per tahun. Kanada meningkat US$125 juta per tahun.

Penutupan perairan internasional menguntungkan nelayan pesisir termasuk Indonesia, tapi beberapa negara kehilangan pendapatan signifikan seperti Korea Selatan, Taiwan dan Jepang masing-masing merugi setidaknya US$800 juta per tahun.

Sumaila mengakui penerapan larangan tangkapan laut lepas perlu upaya besar, tetapi ekspansi besar-besaran manusia ke laut memerlukan reformasi besar tata kelola perairan internasional.
Winners and losers in a world where the high seas is closed to fishing

U. Rashid Sumaila1 et al.
  1. Fisheries Economics Research Unit, Fisheries Centre, University of British Columbia, Vancouver, British Columbia, V6T 1Z4, Canada
Scientific Reports, 12 February 2015, DOI:10.1038/srep08481. Gambar 1: NOAA; Gambar 2: U. Rashid Sumaila et al.
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment