Skip to main content

Moratorium Laut Internasional Untungkan Nelayan Pesisir

www.LaporanPenelitian.com - Larangan penangkapan ikan di laut lepas dapat meningkatkan hasil tangkapan global menjadi lebih adil.

Penutupan perairan internasional bagi penangkapan ikan komersial bisa menetralkan distribusi pendapatan lebih adil di antara negara-negara maritim di dunia dan meningkatkan hasil tangkapan pesisir sebesar 18 persen.

"Kita harus menggunakan perairan internasional karena bank ikan dunia," kata U. Rashid Sumaila, ekonom perikanan University of British Columbia di Vancouver.

Hari ini 10 negara menangkap ikan di perairan internasional sebesar 71 persen dari total nilai tangkapan. Untuk semua skenario, negara-negara Eropa, Kelompok negara G-8 dan negara-negara maritim maju memperoleh keuntungan dari moratorium.

Hukuman kepada ilegal-fishing bisa mengimbangi biaya administrasi dan operasional. Amerika Serikat, Guam dan Inggris mengalami peningkatan keuntungan lebih dari US$250 juta per tahun. Kanada meningkat US$125 juta per tahun.

Penutupan perairan internasional menguntungkan nelayan pesisir termasuk Indonesia, tapi beberapa negara kehilangan pendapatan signifikan seperti Korea Selatan, Taiwan dan Jepang masing-masing merugi setidaknya US$800 juta per tahun.

Sumaila mengakui penerapan larangan tangkapan laut lepas perlu upaya besar, tetapi ekspansi besar-besaran manusia ke laut memerlukan reformasi besar tata kelola perairan internasional.
Winners and losers in a world where the high seas is closed to fishing

U. Rashid Sumaila1 et al.
  1. Fisheries Economics Research Unit, Fisheries Centre, University of British Columbia, Vancouver, British Columbia, V6T 1Z4, Canada
Scientific Reports, 12 February 2015, DOI:10.1038/srep08481. Gambar 1: NOAA; Gambar 2: U. Rashid Sumaila et al.

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…