Tuesday, February 10, 2015

Liberal dan Konservatif Memiliki Bias Terhadap Sains

LaporanPenelitian.com - Keduanya, liberal dan konservatif, punya bias terhadap sains. Kaum konservatif dan liberal menjadi bias terhadap sains ketika tidak sejalan politisasi isu mereka.

Laporan baru menunjukkan orang-orang dari kedua sisi, kiri dan kanan, mengembangkan ketidakpercayaan pada temuan ilmiah ketika mereka disajikan fakta-fakta yang mentang isu politik tertentu.

Bagi konservatif, evolusi dan pemanasan global adalah masalah yang menyebabkan mereka menolak pada sains. Bagi kaum liberal terjadi terhadap isu pertambangan dan tenaga nuklir.

"Liberal juga memproses informasi ilmiah secara bias, secara inheren mereka tidak lebih unggul dari konservatif," kata Erik Nisbet dari Ohio State University.

Liberal dan konservatif memiliki emosi negatif ketika mereka membaca laporan ilmiah yang menantang keyakinan mereka dibanding ketika mereka membaca tentang topik ilmiah netral yaitu geologi dan astronomi.

"Perubahan iklim dan evolusi adalah masalah yang jauh lebih besar di media dan wacana politik daripada pertambangan dan tenaga nuklir," kata Nisbet.

Sayangnya, media berpotensi munculnya politisasi isu-isu sains lain seperti vaksinasi. Liputan media mempolitisasi sebagian besar domain non-partisan ke kancah politik sehingga menutup kesempatan para ilmuwan berbicara.

"Media memicu kontroversi, mereka mengabaikan fakta bahwa penggunaan vaksin adalah panggung para ilmuwan," kata Nisbet.
The Partisan Brain: How Dissonant Science Messages Lead Conservatives and Liberals to (Dis)Trust Science

Erik C. Nisbet, Kathryn E. Cooper, R. Kelly Garrett

The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science, March 2015, DOI:10.1177/0002716214555474
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment