Tuesday, February 3, 2015

Bangau Ibis Geronticus Eremita Bergilir Memimpin

www.LaporanPenelitian.com - Migrasi Ibis bergiliran memimpin formasi terbang klasik V, Bangau Ibis (Geronticus Eremita) berkepala botak terbang sebagai sebuah tim.

Terbang dalam formasi V, burung-burung mengkoordinasi gerakan dan bertukar tempat sehingga setiap burung mendapat giliran terbang di depan untuk menghemat energi.

Menggunakan data logger terpasang di burung dan pesawat parasut, tim peneliti memfollow 14 Bangau Ibis Botak Utara (Geronticus Eremita) saat migrasi tahunan dari Austria ke Italia.

Sejenis bangau menghabiskan sekitar 32 persen waktu mereka terbang di belakang Ibis lain dan jumlah proporsional waktu di depan. Tingkat perilaku kooperatif membantu burung terbang lebih kohesif secara keseluruhan.

"Untuk kombinasi dari dua burung kita melihat saat seekor burung terbang di depan burung B cocok waktu burung B terbang di depan burung A," kata Bernhard Voelkl, zoolog University of Oxford.

Pada tahun 1971 Robert Trivers mengusulkan hipotesis altruisme timbal balik untuk menjelaskan bagaimana organisme saling membantu tanpa motivasi menipu. Tapi data sulit untuk membuktikan.

Kelelawar vampir menyediakan salah satu dari beberapa contoh altruisme timbal balik pada hewan. Ketika kelaparan, kelelawar lainnya memuntahkan makanan dan berbagi darah mereka.

Pengasuhan pada primata mungkin jawaban lain kerjasama semacam ini lebih mungkin terjadi pada individu yang terkait lebih erat bahwa altrusime timbal balik terkait seleksi keluarga untuk melestarikan eksistensi gen Anda.




Matching times of leading and following suggest cooperation through direct reciprocity during V-formation flight in ibis

Bernhard Voelkl1,2,3 et al.
  1. Edward Grey Institute, Department of Zoology, University of Oxford, Oxford OX1 3PS, United Kingdom
  2. Institute for Ecology and Evolution, University of Bern, 3032 Hinkterkappelen, Switzerland
  3. Institute for Theoretical Biology, Humboldt University at Berlin, 10115 Berlin, Germany
Proceedings of the National Academy of Sciences, Jurnal, Tanggal, DOI:10.1073/pnas.1413589112. Gambar: Blickwinkel/Alamy
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment