Skip to main content

Moratorium Kantung Semar Nepenthes rafflesiana

www.LaporanPenelitian.com - Tanaman karnivora pemangsa serangga, Kantung Semar Rafflesia (Nepenthes rafflesiana) menerapkan moratorium untuk perangkap kematian massal.

Genus Nepenthes pemakan serangga menonaktifkan perangkap untuk memikat lebih banyak mangsa ke kantung. Semut sementara melarikan diri, tetapi memicu rekan kembali ke lubang pembantaian.

Mereka menangkap serangga dengan permukaan sangat licin ketika basah, nektar atau kondensasi, tetapi tidak ketika kering. Kantung monyet hanya bekerja beberapa waktu melakukan pekerjaan terbaik menangkap.

"Untuk 8 jam selama hari-hari kering, perangkap ini dimatikan dan tidak menangkap pengunjung serangga," kata Ulrike Bauer, biolog University of Bristol.

"Pada pandangan pertama membingungkan karena seleksi alam harus mendukung perangkap yang menangkap sebanyak mungkin serangga," kata Bauer.

"Semut individu mencari lingkungan sarang untuk makanan berlimpah. Ketika menemukan perangkap penuh nektar manis, mereka kembali ke koloni dan merekrut banyak semut pekerja," kata Bauer.

"Dengan mematikan sementara perangkap, Nepenthes memastikan semut kembali dengan selamat ke koloni dan merekrut rekan. Ketika pitcher basah, pengikut ini terjebak dalam sekali sapuan," kata Bauer.

"Apa yang tampak seperti kerugian pada pandangan pertama, ternyata menjadi strategi cerdas untuk mengeksploitasi perilaku memangsa serangga sosial," kata Bauer.
How to catch more prey with less effective traps: explaining the evolution of temporarily inactive traps in carnivorous pitcher plants

Ulrike Bauer1,2 et al.
  1. School of Biological Sciences, University of Bristol, 24 Tyndall Avenue, Bristol BS8 1TQ, UK
  2. Department of Biology, Universiti Brunei Darussalam, Tungku Link, Gadong 1410, Brunei Darussalam
Proceedings of the Royal Society B, 14 January 2015, DOI: 10.1098/rspb.2014.2675. Gambar: NepGrower

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…