Thursday, January 8, 2015

Core Bima Sakti Mendorong Angin 2 Juta Mil Per Jam

www.LaporanPenelitian.com - Core Bima Sakti mendorong angin 2 juta mil per jam. Para astronom melakukan kerja forensik untuk peristiwa besar yang disaksikan leluhur manusia.

Pada saat nenek moyang manusia awal mulai berjalan tegak, jantung galaksi Bima Sakti mengalami letusan titanik, menghembus gas dan material lainnya keluar dengan kecepatan 2 juta mil per jam.

Sekarang, setidaknya 2 juta tahun kemudian, para astronom menyaksikan pasca ledakan. Pelepuhan awan gas yang menjulang tinggi sekitar 30.000 tahun cahaya di atas dan di bawah bidang galaksi.

Struktur sangat besar ditemukan 5 tahun lalu sebagai gamma-ray. Fitur seperti balon telah diamati dalam sinar-X dan gelombang radio. Tapi astronom membutuhkan NASA Hubble Space Telescope untuk mengukur kecepatan dan komposisi.

Perhitungan massa material yang ditiup dari galaksi menentukan penyebab skenariao ledakan. Dua hipotesis lobus bipolar yaitu badai kelahiran bintang di pusat Bima Sakti atau letusan lubang hitam supermasif.

"Ketika Anda melihat pusat galaksi lain, arus muncul jauh lebih kecil karena di galaksi lebih jauh," kata Andrew Fox, astronom Space Telescope Science Institute di Baltimore, Maryland.

"Tapi awan mengalir keluar yang kita lihat hanya 25.000 tahun cahaya di galaksi kita sendiri. Kita dapat mempelajari rincian struktur untuk melihat seberapa besar gelembung dan mengukur seberapa banyak," kata Fox.

Lobus raksasa yang dijuluki Fermi Bubbles pertama kali oleh NASA Fermi Gamma-ray Space Telescope. Deteksi energi tinggi sinar gamma menyarankan peristiwa besar di core galaksi dengan meludah gas ke ruang.
Probing the Fermi Bubbles in Ultraviolet Absorption: A Spectroscopic Signature of the Milky Way's Biconical Nuclear Outflow

Andrew J. Fox, Rongmon Bordoloi, Blair D. Savage, Felix J. Lockman, Edward B. Jenkins, Bart P. Wakker, Joss Bland-Hawthorn, Svea Hernandez, Tae-Sun Kim, Robert A. Benjamin, David V. Bowen, Jason Tumlinson

arXiv, last revised 19 Dec 2014, arXiv:1412.1480. Gambar: NASA, ESA, and A. Feild (STScI); Science: NASA, ESA, and A. Fox (STScI).
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment