Wednesday, January 7, 2015

Genom Umur Panjang Paus Kepala Busur Balaena mysticetus

LaporanPenelitian.com - Paus Kepala Busur (Balaena mysticetus) hidup lebih dari 200 tahun memberi wawasan cara hidup panjang dan sehat.

Sekuen genom Paus Kepala Busur (Balaena mysticetus) menawarkan pemahaman baru kepada para biolog tentang kebuntuan mengkorelasikan gen dengan umur panjang.

"Pemahaman kita tentang perbedaan spesies dalam umur panjang sangat miskin, temuan kami memberi kandidat gen baru untuk studi di masa depan," kata Joao Pedro de Magalhaes, genomikawan University of Liverpool.

Paus Kepala Busur (Balaena mysticetus) yang menghuni Laut Greenland dan Arctic adalah keluarga Balaenidae. Tubuh gelap dan dagu khas putih. Tidak seperti kebanyakan Cetacea, mereka tidak memiliki sirip punggung.

Tengkorak berbentuk busur lebih dari 5 meter atau sekitar 35 persen total panjang tubuh digunakan untuk menerjang es tebal. Mereka juga memiliki 40-50 cm lapisan lemak, lebih tebal dibanding paus lain.

Masa pubertas pada usia 20 tahun ketika mencapai panjang sekitar 14 meter. Wanita memiliki 1 anak setiap 3-4 tahun setelah periode kehamilan sekitar 13-14 bulan. Bayi lahir panjang 4 meter dan berat 900 kg.

Dewasa tumbuh sampai panjang 15-20 meter dan berat 100 ton. Umur maksimum rata-rata tidak diketahui. Tapi beberapa laporan menunjukkan mereka bisa hidup hingga 200 tahun.

Mamalia besar dengan sel-sel lebih dari 1.000 kali lebih banyak dari manusia, memiliki risiko rendah kanker bahwa makhluk ini memiliki mekanisme alami lebih efektif untuk menekan penyakit dibanding hewan lain.

"Spesies mengevolusi trik berbeda untuk memiliki umur lebih panjang dan kita mungkin dapat menerapkannya pada manusia dalam melawan penyakit yang berkaitan dengan usia," kata de Magalhaes.

"Genom kepala busur pertama di antara paus besar yang disekuen sehingga informasi mengungkap adaptasi fisiologis berkaitan ukuran yang belum kita pahami setiap rincian sebelumnya," kata de Magalhaes.

"Sel-sel Paus memiliki metabolisme jauh lebih rendah dibanding mamalia kecil dan kita menemukan satu gen tertentu yang terlibat dalam termoregulasi (UCP1)," kata de Magalhaes.
Insights into the Evolution of Longevity from the Bowhead Whale Genome

Michael Keane1 et al.
  1. Integrative Genomics of Ageing Group, Institute of Integrative Biology, University of Liverpool, Liverpool L69 7ZB, UK
Cell Reports, 6 January 2015, DOI:10.1016/j.celrep.2014.12.008. Gambar: NOAA
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment