Skip to main content

Penjelasan Alternatif Untuk Energi Gelap

www.LaporanPenelitian.com - Penjelasan alternatif eksistensi energi gelap. Dark energy adalah hipotesis yang diusulkan sebagai sumber daya percepatan ekspansi alam semesta.

Laporan baru memberi penjelasan alternatif energi gelap mengenai perubahan cara berpikir dilatasi pelambatan waktu yang diprediksi Teori Relativitas.

"Interstellar" melalui wormhole untuk mengakses planet harus bergulat dengan dilatasi waktu. Setiap jam dihabiskan di suatu planet alien sama dengan 7 tahun di Bumi.

Relativitas umum Einstein menunjuk dilatasi waktu dalam merespon gravitasi adalah direktional bahwa obyek dalam gravitasi tinggi memiliki waktu lebih lambat dari obyek dalam gravitasi rendah.

Sebaliknya, relativitas khusus mendeskripsi timbal balik dilatasi waktu antara dua benda bergerak sehingga kedua objek yang bergerak tampaknya melambat relatif terhadap satu sama lain.

Sekarang Edward Kipreos, biolog seluler University of Georgia di Athens, menawarkan cara pandang yang berbeda bahwa kasus bukannya timbal balik tetapi objek bergerak menjalani dilatasi waktu.

"Satelit bergerak cukup cepat bahwa Anda harus mengoreksi waktu untuk diperlambat berdasarkan kecepatan mereka. Jika tidak maka pengukuran GPS off dengan faktor 2 kilometer per hari." kata Kipreos.

Satelit GPS terdeteksi kembali di Bumi di mana jarak keduanya diukur berdasarkan teori relativitas khusus dan Lorentz Transformation, peta matematika jeda waktu mengirimkan dan menerima.

"Jika Anda melihat satelit GPS, waktu satelit melambat, tapi menurut satelit, waktu kita tidak melambat. Sebaliknya, waktu kita lebih cepat dibanding satelit dan kita tahu hal ini karena komunikasi konstan dengan satelit," kata Kipreos.

Teori alternatif yaitu Absolute Lorentz Transformation yang menjelaskan arah dilatasi waktu. Kipreos menemukan teori ini kompatibel dengan bukti bahwa dilatasi waktu terkait dengan pusat massa gravitasi.

"Aplikasi keras Absolute Lorentz Transformation untuk data kosmologis memiliki implikasi signifikan bagi alam semesta dan keberadaan energi gelap," kata Kipreos.

Ketika alam semesta bertambah luas, benda-benda kosmologis seperti galaksi, bergerak lebih cepat satu sama lain dalam proses yang dikenal sebagai Hukum Hubble.

Transformasi mutlak Lorentz menginduksi arah dilatasi waktu. Menerapkan ini untuk peningkatan kecepatan yang terkait ekspansi Hubble di alam semesta menunjuk skenario pengalaman sekarang dilatasi relatif terhadap masa lalu.

"Percepatan ekspansi alam semesta telah dikaitkan dengan efek energi gelap, tapi tidak ada pemahaman tentang apa energi gelap atau mengapa hal tersebut terwujud," kata Kipreos.

"Efek yang diprediksi di masa lalu memiliki efek plot supernova menjadi linear di semua jarak yang berarti tidak ada percepatan alam semesta. Dalam skenario ini tidak ada keharusan eksistensi energi gelap," kata Kipreos.
Implications of an Absolute Simultaneity Theory for Cosmology and Universe Acceleration

Edward T. Kipreos1
  1. University of Georgia, Athens, GA 30602, United States of America
PLoS ONE, 23 December 2014, DOI:10.1371/journal.pone.0115550.

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…