Tuesday, January 6, 2015

Penjelasan Alternatif Untuk Energi Gelap

www.LaporanPenelitian.com - Penjelasan alternatif eksistensi energi gelap. Dark energy adalah hipotesis yang diusulkan sebagai sumber daya percepatan ekspansi alam semesta.

Laporan baru memberi penjelasan alternatif energi gelap mengenai perubahan cara berpikir dilatasi pelambatan waktu yang diprediksi Teori Relativitas.

"Interstellar" melalui wormhole untuk mengakses planet harus bergulat dengan dilatasi waktu. Setiap jam dihabiskan di suatu planet alien sama dengan 7 tahun di Bumi.

Relativitas umum Einstein menunjuk dilatasi waktu dalam merespon gravitasi adalah direktional bahwa obyek dalam gravitasi tinggi memiliki waktu lebih lambat dari obyek dalam gravitasi rendah.

Sebaliknya, relativitas khusus mendeskripsi timbal balik dilatasi waktu antara dua benda bergerak sehingga kedua objek yang bergerak tampaknya melambat relatif terhadap satu sama lain.

Sekarang Edward Kipreos, biolog seluler University of Georgia di Athens, menawarkan cara pandang yang berbeda bahwa kasus bukannya timbal balik tetapi objek bergerak menjalani dilatasi waktu.

"Satelit bergerak cukup cepat bahwa Anda harus mengoreksi waktu untuk diperlambat berdasarkan kecepatan mereka. Jika tidak maka pengukuran GPS off dengan faktor 2 kilometer per hari." kata Kipreos.

Satelit GPS terdeteksi kembali di Bumi di mana jarak keduanya diukur berdasarkan teori relativitas khusus dan Lorentz Transformation, peta matematika jeda waktu mengirimkan dan menerima.

"Jika Anda melihat satelit GPS, waktu satelit melambat, tapi menurut satelit, waktu kita tidak melambat. Sebaliknya, waktu kita lebih cepat dibanding satelit dan kita tahu hal ini karena komunikasi konstan dengan satelit," kata Kipreos.

Teori alternatif yaitu Absolute Lorentz Transformation yang menjelaskan arah dilatasi waktu. Kipreos menemukan teori ini kompatibel dengan bukti bahwa dilatasi waktu terkait dengan pusat massa gravitasi.

"Aplikasi keras Absolute Lorentz Transformation untuk data kosmologis memiliki implikasi signifikan bagi alam semesta dan keberadaan energi gelap," kata Kipreos.

Ketika alam semesta bertambah luas, benda-benda kosmologis seperti galaksi, bergerak lebih cepat satu sama lain dalam proses yang dikenal sebagai Hukum Hubble.

Transformasi mutlak Lorentz menginduksi arah dilatasi waktu. Menerapkan ini untuk peningkatan kecepatan yang terkait ekspansi Hubble di alam semesta menunjuk skenario pengalaman sekarang dilatasi relatif terhadap masa lalu.

"Percepatan ekspansi alam semesta telah dikaitkan dengan efek energi gelap, tapi tidak ada pemahaman tentang apa energi gelap atau mengapa hal tersebut terwujud," kata Kipreos.

"Efek yang diprediksi di masa lalu memiliki efek plot supernova menjadi linear di semua jarak yang berarti tidak ada percepatan alam semesta. Dalam skenario ini tidak ada keharusan eksistensi energi gelap," kata Kipreos.
Implications of an Absolute Simultaneity Theory for Cosmology and Universe Acceleration

Edward T. Kipreos1
  1. University of Georgia, Athens, GA 30602, United States of America
PLoS ONE, 23 December 2014, DOI:10.1371/journal.pone.0115550.
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment