Monday, January 5, 2015

Tinta Cinta, Kawin Cumi Kue Euprymna tasmanica

LaporanPenelitian.com - Ancaman dimakan predator tidak menurunkan hasrat seks Cumi Kue (Euprymna tasmanica). Kawin lebih tinggi dalam daftar prioritas daripada ancaman hidup.

Cinta bisa membuat kamu gila. Tapi saat romansa menghadapi risiko biasanya kamu patah hati. Seks menggairahkan tapi mati. Reproduksi membuat lengah dan mengekspos diri dalam bahaya.

Tidak ada undang-undang bagaimana hewan harus menjemput perkawinan di antara bahaya. Bagi Cumi Kue (Euprymna tasmanica) yang hidup di perairan dangkal Australia tidak surut dalam ritual gamet.

Salah satu predator brutal adalah Ikan Flathead Pasir (Platycephalus bassensis). Sesuai namanya kepala lebar dan pipih dengan rahang kuat yang suka menyaru di bawah pasir.

Euprymna tasmanica kurang banyak diteliti, tapi para ilmuwan tahu sedikit tentang perilaku kawin dasar mereka. Amanda Franklin, zoolog University of Melbourne, dan rekan menonton perilaku kawin dalam tangki.

Kehadiran Platycephalus bassensis tidak berpengaruh secara signifikan. Mereka mengabaikan ancaman dengan menyemprotkan tinta tapi tidak membuat gerakan jet untuk melarikan diri. Mereka tetap kawin.

Sudut pandang evolusi bahwa cumi memprioritaskan kawin di atas keselamatan. Mungkin karena mereka hidup singkat dan soliter. Reproduksi dalam kondisi berbahaya suatu keharusan. Tinta cinta!



Does Predation Risk Affect Mating Behavior? An Experimental Test in Dumpling Squid (Euprymna tasmanica)

Amanda M. Franklin1, Zoe E. Squires1, Devi Stuart-Fox1
  1. Zoology Department, The University of Melbourne, Melbourne, Victoria 3010, Australia
PLoS ONE, December 31, 2014, DOI:10.1371/journal.pone.0115027. Gambar dan video: Amanda M. Franklin et al.
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment