Friday, January 2, 2015

EAGLE Project Simulasi Alam Semesta Tanpa Batas

LaporanPenelitian.com - Simulasi alam semesta dengan galaksi realistis, tim internasional mengembangkan simulasi alam semesta di mana galaksi realistis tercipta.

Massa, ukuran dan umur mirip ruang yang diamati dengan angin gas tertiup dari galaksi. "Cosmology Machine" di antara komputer terbesar yang masing-masing digunakan di Inggris dan Perancis.

Pembentukan galaksi menggunakan simulasi komputer tanpa batas. Para astronom sekarang dapat menyelidiki perkembangan galaksi hingga mundur sejak lahirnya alam semesta 14 miliar tahun lalu.

EAGLE (Evolution and Assembly of Galaxies and their Environments) project adalah refleksi lebih dekat galaksi nyata oleh angin kuat galaksi yang memasok gas untuk membentuk bintang.

Angin galaksi didukung bintang-bintang, ledakan supernova dan lubang hitam supermasif. Anda dapat menekan tombol mengubah konsatanta ruang-waktu. Dunia-dunia yang penuh warna.

"Alam semesta yang dihasilkan komputer nampak nyata. Ada galaksi di mana-mana dengan segala bentuk, ukuran dan warna yang pernah terlihat teleskop terbesar di dunia," kata Richard Bower, astronom Durham University.

Para astronom menyelidiki evolusi galaksi individu secara rinci. Sebuah era baru bagi kosmolog, memanipulasi kondisi alam semesta melapaui batas-batas yang tak terbatas.
The EAGLE project: Simulating the evolution and assembly of galaxies and their environments

Joop Schaye, Robert A. Crain, Richard G. Bower, Michelle Furlong, Matthieu Schaller, Tom Theuns, Claudio Dalla Vecchia, Carlos S. Frenk, I. G. McCarthy, John C. Helly, Adrian Jenkins, Y. M. Rosas-Guevara, Simon D. M. White, Maarten Baes, C. M. Booth, Peter Camps, Julio F. Navarro, Yan Qu, Alireza Rahmati, Till Sawala, Peter A. Thomas, James Trayford

arXiv, last revised 2 Oct 2014, arXiv:1407.7040. Gambar: EAGLE project
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment