Friday, January 2, 2015

Katak Sulawesi Limnonectes larvaepartus Melahirkan Bayi

www.LaporanPenelitian.com - Katak dan amfibi bertelur, mamalia melahirkan bayi hidup? Tidak selalu. Limnonectes larvaepartus di Indonesia berjuang melahirkan bayi.

Djoko T. Iskandar, zoolog Institut Teknologi Bandung, dan rekan melaporkan spesies baru katak Limnonectes larvaepartus melahirkan berudu hidup. Lanskep Sulawesi menyimpan satu-satunya katak yang dikenal melakukannya.

Kala itu Jim McGuire, herpetologis University of California Berkeley, tromping menembus hutan hujan Sulawesi menemukan apa yang tampak seperti katak laki-laki tunggal, tapi melahirkan bayi.

"Segera setelah saya meraihnya, ia menyemprotkan berudu ke seluruh tanganku," kata McGuire.

Limnonectes larvaepartus adalah anggota kelompok katak bertaring Asia yang ditemukan beberapa dekade lalu oleh Iskandar, tetapi spesies baru belum pernah dilaporkan.

Iskandar telah menduga katak dapat melahirkan bayi hidup selain bertelur, tetapi para ilmuwan tidak pernah mengamati aktivitas kawin atau berudu melahirkan sampai McGuire menemukan.

Katak mereproduksi dalam berbagai cara. Sebagian besar pembuahan terjadi di luar tubuh. Perempuan bertelur dan laki-laki kemudian meletakkan sperma di atasnya.

Beberapa spesies mengevolusi organ penis yang mentransfer sperma ke lorong vagina dan melakukan fertilisasi internal yang kemudian melahirkan miniatur katak atau "froglets".

Tapi L. larvaepartus adalah satu-satunya spesies yang melahirkan berudu hidup di kolam kecil yang jauh dari sungai, mungkin untuk menghindari katak bertaring besar yang tinggal di sana.

"Fertilisasi internal telah berkembang secara independen hanya empat kali dalam katak," kata McGuire.

Katak bertaring karena struktur fanglike pada rahang lebih rendah yang digunakan untuk bertarung. Berat L. larvaepartus sekitar 5-6 gram. Evolusi Sulawesi terbentuk oleh gabungan beberapa pulau sekitar 8-10 juta tahun lalu.
A Novel Reproductive Mode in Frogs: A New Species of Fanged Frog with Internal Fertilization and Birth of Tadpoles

Djoko T. Iskandar1 et al.
  1. School of Life Sciences and Technology, Institut Teknologi Bandung, Bandung, Indonesia
PLoS ONE, December 31, 2014, DOI:10.1371/journal.pone.0115884. Gambar: Djoko T. Iskandar et al.
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment